RADAR JOGJA -Menjelang Pilkada 2020, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan DPRD Bantul. Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bantul Prapta Nugraha menyebutkan, selain Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2020, masih ada empat raperda yang kini masih dibahas oleh eksekutif dan legislatif. Diharapkan, semua raperda itu selesai dan disahkan pada akhir bulan ini.

“Targetnya, September akhir selesai. Setelah itu, Oktober mungkin sudah mulai pembahasan untuk APBD 2021,” katanya, Senin (14/9).

Anggota Komisi B DPRD Bantul Aryunadi menambahkan, salah satu raperda yang tengah diselesaikan yakni rencana induk pariwisata daerah yang rencananya akan disahkan dalam waktu dekat.

“Sementara untuk APBD Perubahan, ada kesepakatan agar selesai di akhir bulan ini. Dan, memang fokusnya lebih ke pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis menuturkan, pembahasan APBD Perubahan 2020 telah sampai Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS).

“Pemkab Bantul masih memproyeksikan perubahan APBD 2020 sekitar Rp2,6 triliun. Diprioritaskan umtuk penanganan dampak ekonomi dan kesehatan warga,” jelasnya.

Helmi mencontohkan, program padat karya denga fokus di bidang pertanian  yang dijalankan menggunakan dana APBD Perubahan. (sky/tif)

Bantul