RADAR JOGJA – Para petani di wilayah  Srigading, Sanden bisa bernapas lega. Upaya mereka menggagalkan alih fungsi bangunan lokasi Sub Terminal Agrobisnis (STA) menjadi kantor Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) tidak hanya berhasil. Lebih dari itu, Bupati Bantul Suharsono juga berjanji membantu para petani merevitalisasi bangunan yang dijadikan tempat pelelangan hasil panen tersebut.

“Sesuai janji saya,” jelas Suharsono usai menyerahkan bantuan di bangunan STA Rabu (2/9).

Namun, bantuan uang senilai Rp 11 juta itu hanya untuk perbaikan sementara bagi petani. Agar para petani bisa melelang hasil pertaniannya dengan nyaman. Sebab, kondisi bangunan yang terletak di selatan Tempat Pemungutan Retribusi Pantai Samas itu rusak parah. Tidak layak digunakan. Atapnya terbuka.

Pria kelahiran Beji, Sumberagung, Jetis, ini menyadari nilai bantuannya itu tak seberapa. Belum mampu merevitalisasi total bangunan STA. Kendati begitu, Suharsono berkomitmen mengalokasikan anggaran revitalisasi bangunan STA pada APBD 2021.

“Untuk sementara, yang penting petani tidak kepanasan,” ucapnya.

DUKUNG PERTANIAN: Suharsono (baju putih) menyerahkan bantuan uang untuk pembangunan gubuk sementara.( PEMKAB BANTUL FOR RADAR JOGJA)

Suharsono melihat, keberadaan bangunan STA sangat penting bagi petani. Para petani memanfaatkannya untuk melelang seluruh hasil panen. Karena itu, Suharsono tidak hanya menjanjikan revitalisasi permanen. Melainkan juga menghadap kepada gubernur DIJ. Mengingat, status tanah bangunan STA merupakan sultanaat ground.

“Gabungan kelompok tani Bantul selatan kalau melelang cabai dan bawang merah, ya, di sini,” ujarnya.

Para petani menggelar aksi demonstrasi di depan bangunan STA Sabtu (29/8). Mereka menolak rencana alih fungsi bangunan STA menjadi kantor BMT. Meski, pihak BMT dikabarkan telah mengantongi berbagai persyaratan. Para petani mengklaim pihak BMT tidak melakukan sosialisasi. Di sisi lain, para petani masih memanfaatkan bangunan STA untuk melelang hasil panen.

Aksi demonstrasi ini ternyata menyita perhatian Suharsono. Bahkan, Suharsono juga menemui para peserta demo.

“Saya mau matur kepada Ngarsa Dalem. Agar BMT ditangguhkan,” kata Suharsono kala menemui peserta demo beberapa waktu lalu.

Ketua STA Sunardi mengapresiasi langkah bupati. Termasuk bantuan uang tunai Rp 11 juta. Rencananya, bantuan itu untuk memperbaiki atap bangunan STA.

“Biar bisa kami pakai lagi untuk pasar lelang,” katanya.

Sunardi memperkirakan revitalisasi total bangunan STA menelan anggaran Rp 40 juta. (*/cr2/zam)

Bantul