RADAR JOGJA – Pemerintah desa (pemdes) mengubah data penerima bantuan langsung tunai (BLT) dana desa perpanjangan. Perubahan tersebut dilakukan atas pertimbangan pemerataan. Hal itu dikarenakan masih ada warga tercecer menerima bantuan.

Di Kalurahan Ngloro, Saptosari misalnya. Lurah Heri Yulianto mengatakan, BLT dana desa perpanjangan disalurkan sebanyak dua kali, dan kini tinggal sekali. Total ada 98 penerima bantuan.

”Jumlah BLT perpanjangan lebih banyak dibandingkan penyaluran BLT dana desa reguler yakni 76 keluarga penerima manfaat,” jelasnya Kamis (27/8).

Dijelaskan, BLT perpanjangan nominal diberikan Rp 300 ribu per bulan, dari sebelumnya Rp 600 ribu per bulan.Diakui, penerima BLT perpanjangan juga ada perubahan penerima sasaran.

Perubahan tersebut sudah melalui musyarah khusus kalurahan. Selain itu, dari sisi regulasi juga tidak ada masalah. “Perubahan penerima bantuan dilakukan sebagai upaya pemerataan,” ujarnya.

Menurutnya, masih ada puluhan warga di Kalurahan Ngloro belum menerima bantuan. Padahal, masuk kategori terdampak sehingga layak menerima bantuan.

“Total 98 keluarga dan kami masukan sebagai penerima BLT dana desa perpanjangan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, DP3AKBPMD Gunungkidul, Subiyantoro mengaku telah membuat edaran perpanjangan BLT dana desa. Hal itu merupakan program wajib sehingga harus dilaksanakan oleh kalurahan dengan yang memiliki ketersediaan dana.

“Penerima bantuan tidak harus sama dengan daftar penerima di BLT dana desa reguler,” kata Subiyabtoro.

Adapun dasar pelaksanaan mengacu pada Peraturan Menteri Desa Pembanguann Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 7/2020 yang mengatur mengenai perpanjangan BLT dana desa. Dengan demikian jumlah penerima bisa bertambah atau berkurang. “Tegantung kondisi sosial ekonomi masyarakat yang belum menerima bantuan,” ujarnya. (gun/bah)

Bantul