RADAR JOGJA – Bertahan hidup seorang diri selama puluhan tahun di dalam rumah yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, harus terus dijalani oleh Sugiyah. Lansia 56 tahun warga asal Desa Argorejo, Sedayu, Bantul ini tinggal di bangunan yang dinding rumah yang kian hari kian keropos. Bahkan atap yang bolong, membuat Sugiyah harus menahan dinginnya angin dan panasnya sengatan sinar matahari. Bahkan bila hujan turun, dia harus mengungsi ke rumah saudara yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Penghasilannya sebagai buruh serabutan yang hanya cukup untuk makan. Hal itu membuat Sugiyah harus mengubur mimpinya untuk memiliki tempat tinggal yang nyaman. Karena baginya saat ini, asal perutnya sudah bisa terisi saja dia sudah bersyukur.

Oleh karena itu, Laznas Baitulmaal Muamalat (BMM) Perwakilan Jogjakarta bersinergi dengan Komunitas Berbagi Beras (KBB) serta berkolaborasi dari LSS (Laskar Srikandi Sedayu) FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) Argorejo dan seluruh warga masyarakat sekitar membantu memperbaiki rumahnya.

Melalui program Rumah Harapan merupakan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan untuk dapat tinggal. Serta memiliki rumah yang layak, sehat, dan nyaman untuk beribadah maupun berkehidupan sehari-hari.

Dibantu oleh FPRB, masyarakat sekitar, BMM dan KBB memperbaiki rumah Ibu Sugiyah secara gotong royong sejak tanggal (17/8).

Kadiv Penghimpunan dan Kordinator Perwakilan BMM Galeh Pujonegoro mengatakan, erat sama dipikul, ringan sama dijinjing, pribahasa yang cocok menggambarkan bagaimana masyarakat sekitar bersama-sama membantu memperbaiki rumah Sugiyah. “Ini semangat gotong royong yang harus terus dirawat,” ujarnya.

Sinergi yang dilakukan ini juga merupakan bukti nyata bahwa BMM selalu berusaha memfasilitasi kebaikan. Juga memberikan banyak manfaat bagi para mustahik di seluruh wilayah Indonesia.

“Manfaat yang dirasakan dengan adanya sinergi bersama KBB jauh lebih besar dibandingkan melaksanakannya sendiri. Semoga dengan adanya bantuan program Rumah Harapan yang diberikan dapat meringankan beban Sugiyah dan kedepannya semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu dan merasakan manfaat. Terima kasih kepada para donatur yang terus mengamanahkan zakat san infaqnya,” tambah Galeh.

Selain itu masih di lokasi yang sama, pada hari Kamis (27/8) BMM juga berbagi kebahagiaan dengan membagikan rendang kaleng kepada warga sekitar melalui program Qurban Prioritas.

Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, pemberian Paket sembako dan daging kurban dalam kemasan kaleng siap saji. Ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai buruh dan petani. Mereka dapat langsung menyantapnya tanpa perlu repot memasak ataupun membeli bahan-bahan tambahan keperluan masak lainnya.

Sebagai tambahan informasi, daerah ditribusi Qurban Prioritas BMM tahun 2020 membentang dari paling ujung timur sampai ujung barat Indonesia (dari Aceh sampai Papua). Pendistribusian tersebar di 13 Provinsi dan 26 titik penyembelihan hewan (Provinsi Papua, NTT, NTB, Sulawesi Tengah, Maluku, Banten, Jawa Timur, DIJ, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, Bengkulu, Aceh). Khusus di DIJ, terdapat 4 titik penyembelihan dengan 280 hewan setara domba dan kambing. Semoga manfaat qurban dapat terus dirasakan oleh masyarakat di pelosok negeri. (*/naf/ila)

Bantul