RADAR JOGJA – Satu anggota DPRD Kabupaten Bantul dinyatakan positif Covid-19. Diduga disebabkan dari kontak erat dengan pasien positif yang tinggal tak jauh dari rumahnya. 

Juru bicara tim gugus tugas Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa menuturkan, Dinas Kesehatan melakukan tracing kontak erat dengan pasien, salah satunya adalah anggota legislator tersebut. 

“Semua yang kontak erat kami swab tanggal 21 Agustus,” ujarnya, Senin (24/8). 

Atas temuan tersebut dilakukan dekontaminasi di lingkungan gedung DPRD Bantul. Aktivitas dihentikan selama 2 hari dan rencananya dibuka kembali Rabu (26/8) mendatang. 

Pihaknya tengah berkoordinasi dengan Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk melakukan tracing siapa saja yang kontak langsung dengan legislator tersebut dalam 14 hari terakhir. 

“Kami belum ada datanya. Soalnya proses masih berlangsung,” terangnya.

Sementara itu Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo mengatakan pihaknya tengah berkonsulitasi dengan kelanjutan operasional gedung DPRD Bantul. Sebab agenda DPRD terdampak akan berubah jadwal bahkan ditunda

“Saat ini terus berkoordinasi dengan Gugus Tugas dan Dinas Kesehatan perihal salah satu anggota DPRD Bantul yang telah dinyatakan terpapar Covid-19,” tandasnya.

Anggota DPRD Kabupaten Bantul yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut diketahui merupakan anggota Fraksi PAN. Oleh karena itu sejumlah pengurus harian PDP PAN Bangul dan pengurus Fraksi PAN di DPRD Bantul diminta menjalani rapid test. Sebab sebelumnya kontak erat dengan pasien tersebut.

“Tentunya, yang kontak terakhir, DPD PAN,  kader PAN akan kami fasilitasi untuk tes secara bertahap,” ugkap Ketua DPD PAN Bantul Mahmud Ardi Widanto, Senin (24/8).

Ardi menyebutkan legislator yang positif itu sempat ikut kegiatan bersama pengurus harian tingkat DPD hingga tingkag DPC PAN. (sky/tif)

Bantul