RADAR JOGJA – Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) masih berharap dapat membentuk poros tengah. Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Bantul Damba Aktivis menyebut poros tengah tetap berpotensi, sebab partai pendukung dan pengusung dua kubu bakal calon (balon) peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bantul belum mengeluarkan surat keputusan (SK).

Dengan demikian, kemungkinan partai-partai tersebut tertarik membentuk poros tengah tetap ada. Syaratnya, poros tengah harus memiliki calon yang menarik. Sehingga berpotensi mengalahkan incumbent. “Saya yakin partai besar yang sudah masuk ke calon itu belum mengeluarkan SK masih melihat perkembangan di Bantul,” ujarnya dihubungi wartawan Rabu (12/8).

Kendati begitu, jika poros tengah tidak terbentuk, partai yang memiliki lima kursi legislatif itu enggan abstain pada Pilkada 2020. Pilihan untuk menjatuhkan hati salah satu kubu dirasa olehnya sulit. “Ra cocok kabeh (tidak ada yang sesuai),” sebutnya.

Damba lantas menilai pembangunan oleh pemerintah berjalan kurang signifikan. Komunikasi PAN terhadap kedua kubu tetap berjalan. “Walau di salah satu sisi, Suharsono tidak bisa jadi pengusung tapi masih membuka peluang untuk itu. Di Halim-JP masih bisa menjadi pengusung,” jelasnya.
Oleh sebab itu, berdasar hasil pleno, DPD PAN tidak akan memutuskan sendiri sikapnya. Keputusannya akan melibatkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). “Karena memang kesulitan untuk diputuskan sendiri di kabupaten,” ujarnya.

Senada, Ketua DPD Partai Demokrat Nur Rakhmat Juli menambahkan hingga saat ini pihaknya belum menentukan sikap. Kendati partai berlogo segitiga mercy itu hanya memiliki dua kursi legislatif, mereka tidak mau terburu-buru menentukan keberpihakan. Sebab masih menunggu perkembangan dan dinamika politik yang berkembang di Bantul. “Sudah saling komunikasi dengan kami, hanya saja yang kubu satu komunikasi lewat tim sukses (timses) dan satunya komunikasi langsung dengan balon yang bersangkutan,” ucapnya.

Namun demikian baik dari pengurus serta kader Demokrat tingkat bawah berkomitmen mengusung pasangan muda, kreatif, dan inovatif. Nur Rakhmat mengklaim, partainya dapat memberikan tambahan sekitar 30 ribu suara. ”Itu jika menilik pemilihan legislatif (pileg) tahun lalu,” jelasnya (cr2/bah)

Bantul