RADAR JOGJA – Di Bantul, pelaksanaan hajatan pemilihan lurah desa (Pilurdes) terancam dilaksanaan tahun depan dari jadwal yang telah ditetapkan pada 27 Desember mendatang. Pengunduran pelaksanaan Pilrudes bisa terjadi apabila terjadi lonjakan pandemi Covid-19.

“Jadi kita nggak tahu, kalau Desember melonjak lagi, tentu akan diundur. Jadi tidak bisa dibilang pasti dilakukan pada tanggal 27 Desember,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah (Setda) Bantul Kurniantoro ditemui di kantornya Selasa (11/8).

Penyelenggaraan Pilurdes Bantul awalnya direncanakan pada 21 Juni 2020. Namun, rencana itu berubah setelah adanya penetapan tanggap darurat Covid-19 di Bantul. Pemkab memutuskan untuk menunda Pilurdes menjadi tanggal 27 Desember 2020.

Pertimbangan penundaan itu melibatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul. Di mana pada tanggal tersebut, tahapan krusial Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang tidak boleh dibarengi hingga selesai. “Tapi tidak sampai pada dilantiknya bupati, yang penting proses pilkada sudah kami lakukan. Sudah deal, dan sudah dikaji banyak pihak,” sebutnya.

Proses tahapan Pilurdes Bantul masih dalam penundaan akibat pandemi Covid-19. Tahapan akan kembali dilakukan pada tanggal 18 Agustus mendatang. Guna penelitian persyaratan bakal calon (balon).

Dari 75 desa yang ada di Bantul, 24 diantara akan melakukan Pilurdes serentak. Selain itu terdapat dua desa yang melangsungkan PAW. Diputuskan keduanya akan dilakukan usai Pilkada 2020.

Terpisah, Camat Imogiri Sri Kayatun mengaku masih fokus pada pemberian bantuan sosial kepada warganya. Padahal kecamatannya membutuhkan empat kepala desa anyar. Tiga desa akan menggelar Pilurdes serentak, yaitu di Karangtengah, Karangtalun, dan Imogiri. Sementara di Selopamioro akan dilaksanakan PAW.

Kendati begitu, Sri memperhatikan dinamika penduduknya. Di mana terjadi perubahan jumlah pemilih. Terkait pertambahan usia, perpindahan, dan meninggalnya penduduk. “Karena rentan waktunya enam bulan, kami harus mengkondisikan ulang. Terutama terkait teknis protokol kesehatan serta anggarannya,” sebutnya. (cr2/bah)

Bantul