RADAR JOGJA – Diduga mencuri uang Rp 100 ribu milik temannya, seorang remaja berusia 18 tahun, LRW, meregang nyawa usai dikeroyok teman-temannya. Kejadian tersebut terjadi di salah satu rumah di Wonokromo, Pleret, Bantul.

“LRW dikeroyok Sabtu (8/8) dini hari sekira pukul 03.00 di rumah temannya,” ujar Kapolsek Pleret, AKP Riwanto, Minggu (9/8).  Kejadian itu berawal saat korban bersama enam orang temannya bertandang ke rumah sejawatnya berinisial P di Dusun Wonokromo, Wonokromo, Pleret, Bantul. Awalnya ketujuh teman ini asik mengobrol. Sampai P menyadari uangnya hilang. “Kemudian memicu kecurigaan antarteman yang berada di lokasi tersebut,” jelasnya.

P menanyai satu-persatu temannya. Perihal uang miliknya itu. Tapi semua temannya mengaku tidak tahu. Selanjutnya mereka bersama-sama mencari uang itu, tapi tetap tidak ketemu. Kesal, P menuding LRW yang telah menggasak uang miliknya. LRW sempat membantah tudingan itu. Namun lantaran terus didesak, korban yang sebelumnya sempat berkilah, akhirnya mengaku. Telah mengambil uang tersebut. “Korban pun segera meminta maaf kepada P, bahkan korban sampai mencium kaki P agar ia mau memaafkan perbuatannya,” ujarnya.

Bukan memberi ampun, P justru mengajak enam orang rekannya melakukan pengeroyokan kepada sang korban. Korban yang terkapar tak berdaya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Nur Hidayah. Namun sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia. “Korban mengalami luka memar pada wajah dan dada,” sebutnya.

Kapolsek yang mendapat laporan adanya peristiwa itu, bersama personel Satreskrim Polres Bantul langsung mengamankan sebanyak tujuh orang diduga sebagai pelaku. Mereka adalah P (18) warga Padukuhan Wonokromo, Desa Wonokromo, MZ (19) warga Padukuhan Segoroyoso, Desa Segoroyoso; J (16) warga Padukuhan Kedaton, Desa Pleret; FM (16) warga Padukuhan Kanggotan, Desa Pleret; BAS (16) warga Pungkuran, Desa Pleret, P (15) warga Padukuhan Bawuran Pleret dan AF (17) warga Padukuhan Brajan, Desa Pleret.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi belum bisa menyampaikan keterangan detail mengenai kasus tersebut. Pihaknya sampai saat ini masih meminta keterangan kepada sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku. (cr2/pra)

Bantul