RADAR JOGJA – Kegiatan belajar mengajar (KBM) semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 masih menerapkan belajar dari rumah. Guru memilih materi esensial sebesar 50 persen dari materi yang biasanya disampaikan ke siswa.

“Jadi akan dilakukan pemetaan materi esensial. Kecapaian kurikulumnya tidak harus penuh 100 persen,” ujar Kepala Seksi Kurikulum SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Wahyoto ditemui di kantornya kemarin (8/7).

Dikatakan, untuk dapat melakukan KBM tatap muka, sekolah harus memperoleh izin dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Hanya sekolah di daerah berzona hijau saja yang boleh menggelar KMB tatap muka. “Itu pun dilakukan secara bertahap,” ucapnya.

Dimulai dari tingkat SMA/SMK selama dua bulan. Disusul pelaksanaan KBM tatap muka setingkat SMP dua bulan. Jika semuanya berjalan dengan baik, barulah setingkat SD boleh menerapkan KBM tatap muka. “Untuk zona kuning dan merah, mutlak tidak boleh,” ucapnya.

Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko menambahkan, hal tersebut sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). “KBM tatap muka hanya bisa dilakukan di zona hijau,” ungkapnya.

Bumi Projotamansari masuk dalam kategori zona kuning. Karenanya, KBM secara tatap muka belum dapat dilakukan. Sebagai gantinya, diterapkanlah belajar dari rumah.

Dalam pembelajaran tatap muka, KBM bisa sampai empat mata pelajaran (mapel) per hari. Namun, saat BDR, hanya mampu menjalankan dua mapel per hari. “Jadi ada pengaturan jam pembelajaran yang mempertimbangkan fokus dan kuota internet, baik siswa ataupun guru,” ucapnya.

Oleh sebab itu, Disdikpora Bantul menyiapkan kompetensi dasar (KD) yang mengutamakan materi esensial. Untuk materi non esensial, diganti menjadi penugasan. Untuk memadatkan jam pembelajaran. “Itu kebijaksanaan terkait materi dan jadwal pembelajaran. Kurikulumnya tetap K-13. Mapel juga sama. Tapi waktunya beda, jadi harus dipetakan,” jelas Isdarmoko.

Terpisah, Pembantu Kurikulum SMPN 1 Imogiri Tunggul Widayat menyatakan, sekolahnya sedang melakukan pelatihan. Sebanyak 35 guru di sekolahnya menjalani pelatihan aplikasi pembelajaran online. “Walaupun semester kemarin sudah mengunakan aplikasi, tapi kami berinovasi untuk menggunakan aplikasi yang lebih bagus,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SDN Kembangsongo Supiyah menyebut belajar dari rumah tidak efektif. Kendati sudah dipersiapkan, KBM tetap tidak akan maksimal tanpa adanya tatap muka. Belum lagi permasalahan teknis berupa ketersediaan jaringan. “Jadi diputuskan, capaian KD menyesuaikan,” tandasnya. (cr2/bah)

Bantul