RADAR JOGJA – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi di tingkat SMA masih mempertimbangkan nilai. Umura turut menjadi tolak ukur, tapi hanya pada batas maksimalnya, yaitu 21 tahun. Sedangkan batas minimalnya, tidak ada.

Orang tua calon siswa asal Wirokerten, Banguntapan, Bantul Nur Alamsyah mengaku tidak kesulitan menentukan sekolah untuk anaknya. Tapi, untuk masuk SMA yang diinginkannya sulit tercapai. “Persaingannya ketat, dan sistem penilaiannya tidak menggunakan ujian nasional,” ujarnya, Selasa (30/6).

Pria 45 tahun itu menjelaskan, dalam PPDB SMA tahun ini adalah jarak terdekat kelurahan dan sekolah. Nilai rata-rata raport sejak kelas tujuh sampai sembilan turut menjadi acuan. Nur mengaku beruntung, PPDB SMA tidak menerapkan usia sebagai prioritas. Ternyata anaknya mulai masuk SD di usia lima tahun delapan bulan. Sehingga, saat ini usia anaknya masih 14 tahun delapan bulan. “Tetap nilai lebih fair, kasian juga. Meskipun ada jalur prestasi, kalau pintarnya sedang tapi usianya muda. jadi nggak bisa masuk, kalau acuannya usia,” cetusnya.

Nur menjelaskan, dia menyekolahkan anaknya di usia belia untuk memberikan kesempatan lebih luas di dunia kerja. Sebab, kerap kali lowongan kerja ada batasan usia maksimalnya bagi para pelamar. “Ataupun menempuh studi yang lebih tinggi, bisa lulus muda. Ketika akan berumah tangga pun tidak terlalu mundur. Itu menurut pemahaman saya,” paparnya.

Terpisah, Koordinator PPDB SMAN 1 Jetis membenarkan, jalur zonasi memprioritaskan jarak, kemudian nilai, pilihan sekolah, lantas urutan pendaftar. Empat kriteria ini yang digunakan sebagai kriteria sesuai instruksi dari Peraturan Gubernur DIJ No 30/2020 tentang PPDB SMA, SMK, dan SLB Tahun Pelajaran 2020/2021. “Usia maksimal 21 tahun, tapi minimalnya nggak ada,” ujarnya.

SMAN 1 Jetis menerima 288 siswa dalam PPDB tahun ini. ada empat jalur yang dapat ditempuh, yaitu zonasi dengan kuota 55 persen, afirmasi 20 persen, perpindahan orangtua 5 persen, dan prestasi 20 persen. “Untuk jalur selain zonasi, apabila tidak terpenuhi, kuotanya akan dialihkan ke zonasi,” jelasnya. (cr2/pra)

Bantul