RADAR JOGJA – Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pesepeda di Bantul tergolong tinggi. Data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bantul, selama tiga bulan terakhir terdapat sebanyak 29 kasus. Lima pesepeda di antaranya meninggal.

Yang terbaru, pesepeda Muhammad Bashori, 74 yang mengalami kecelakaan di U-Turn Jl. Majapahit Ring road Timur. Tepatnya depan Saeful Knalpot Dusun Wonocatur Rt 04, Banguntapan, Bantul Kamis (25/6) pagi. Bashori meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) usai dihantam Xenia putih yang dikendarai Heriyanto, 21.

Kanitlantas Polres Bantul Iptu Maryana menjelaskan, Bashori hendak memutar arah dari utara ke selatan sekitar pukul 07.00. Bashori menaati peraturan, sebab memutar kendaraannya di tempat yang memiliki rambu-rambu putar balik. Tapi dari arah selatan melintas mobil putih dengan kecepatan cukup tinggi. “Diperkirakan kecepatannya di atas 60 km per jam,” sebutnya.

Menurut dia, dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pesepeda diprioritaskan. Namun, bukan berarti dia mutlak benar. Jadi pesepeda tetap harus menaati perilaku berkendara di jalan umum. Kendaraan bermotor yang tengah melaju dan tiba-tiba dipotong, akan sulit menghindar. “Di sinilah yang harus kami dalami, terkait konsentrasi dan penglihatannya,” paparnya.

Sementara Kasatlantas Polres AKP Amin Ruwito mengimbau pengguna jalan untuk selalu menaati aturan lalu lintas. Pesepeda harus memahami etika berlalu lintas yang baik dan benar. “Dalam menyebrang atau bersepeda di jalan, terutama saat berombongan agar tidak berjajar dan bercanda dalam melakukan aktivitas bersepeda,” pesannya.

Terkait dengan banyaknya aktivitas pesepeda akhir-akhir ini, AKP Amin mendukung kegiatan bersepeda untuk menjaga kesehatan dan mengurangi polusi. “Namun tetap perhatikan keselamatan diri agar tidak menjadi korban laka lantas,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda DIJ Kombes Pol I Made Agus Prasatya meminta pesepeda ketika ada lajur khusus harus tetap berada dilajurnya. Sebaliknya, jika tidak ada lajur khusus sepeda maka pesepeda bisa menggunakan hak jalan tersebut dengan etika berlalu lintas dan tidak mengganggu jalan. Paling ideal berjejer di jalan adalah dua pesepeda. “Kadang satu lajur dipenuhi sehingga menimbulkan implikasi laka lantas,” ujarnya.

Bagaimana dengan pesepeda yang melanggar? “Represifnya kami non yustisi, sebagai langkah awal kami akan melakukan peneguran bagi yang melanggar aturan,” ucapnya. (cr2/pra)

Bantul