RADAR JOGJA – Mulai hari ini (12/6) masjid di Bantul dapat menggelar Salat Jumat berjamaah. Namun, anak-anak dan lansia tidak diperkenankan turut serta. Mereka dianggap rentan tertular virus Covid-19.

“Itu adalah syarat yang direkomendasikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Bantul, anak-anak dan orang tua itu rentan ketularan wabah Covid,” sebut Ketua Takmir Masjid Agung Manunggal Bantul Saebani kepada Radar Jogja Kamis (11/6).

Takmir masjid melakukan beberapa persiapan. Seperti paturan shaf salat berjamaah, menyediakan alat pengukur suhu, dan tempat cuci tangan. Jamaah wajib membawa sajadah sendiri dan yang sedang flu atau batuk diminta salat di rumah. “Anak kecil dan orang tua yang rentan terkena penyakit juga dimohon salat di rumah,” pinta pria yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Bantul itu.

Ketua Seksi Departemen Kemakmuran Masjid Sabiilurrosya’ad Nur Jauzak juga melarang anak-anak mengikuti salat berjamaah di masjid. “Bagi anak-anak SD dan orang tua berisiko tinggi terhadap Covid-19, sehingga dimohon untuk tidak beribadah di masjid sampai ada evaluasi selanjutnya,” jelasnya.

Dikatakan, masjid yang berlokasi di Dusun Kauman, Wijirejo, Pandak, Bantul itu sudah menggelar kegiatan ibadah salat berjamaah sejak Senin (8/6). Hal tersebut dilakukan setelah masjid mendapatkan surat rekomendasi daru gugus tugas Covid Kecamatan Pandak. “Baru sebatas salat lima waktu, untuk majelis taklim belum,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Dewan Masjid Indonesia Bantul Muhyidin mengungkapkan, surat rekomendasi dari Gugus Tugas dapat dicabut jika terjadi penularan di lingkungan masjid atau terjadi ketidaktaatan protokol. Karena itu petugas wajib mengawasi penerapan protokol, melakukan pembersihan, dan menyediakan fasilitas protokol. “Petugas juga harus memasang imbauan di area rumah ibadah yang mudah terlihat,” tuturnya. (cr2/pra)

Bantul