RADAR JOGJA – Penerimaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020-2021 sebentar lagi dibuka. Di tengah pandemi Covid-19, PPDB akan dilaksanakan dengan sistem online.

Kendati begitu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul mewajibkan kepada sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) untuk turut memberikan pelayanan offline. Sebab, belum semua wilayah di Bantul terjangkau jaringan internet dengan baik. Selain itu, untuk memberikan pelayanan bagi orangtua siswa yang tidak mampu membeli kuota internet.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko mengatakan, PPDB dilaksanakan menyesuaikan kalender akademik yang sudah dijadwalkan. Tahun pembelajaran baru, tetap dimulai pada 13 Juli mendatang.

Pelaksanaan PPDB terdiri dari lima tahapan. Hal tersebut mengacu pada Permen Nomor 44/2019, Perbub 20/2020 dan Peraturan Kepala (Perka) 86/2020. Tahapan terdiri atas sosialisasi, pendaftaran, seleksi, pengumuman dan daftar ulang. ” Kami siapkan sarana dan prasarana penunjang,” ungkap Isdarmoko dihubungi, kemarin (1/6).

Untuk menunjang 100 persen online, pihaknya bekerjasama dengan penyedia layanan Telkom. Kemudian, tahapan selanjutnya pelatihan pada operator sekolah. Sekolah sudah dikondisikan agar nantinya perangkat yang tersedia siap digunakan. Jaringan juga harus lancar. “Kami sosialisasi ke masyarakat, agar pendaftaran dari rumah. Namun, kami juga memberikan pelayanan seandainya ada orangtua yang memang tidak terjangkau internet dan kebutuhan terbatas,” jelasnya.

Mantan Kepsek SMA N 1 Bantul itu mengimbau pihak sekolah berkewajiban memberikan pelayanan sebaik-baiknya. Untuk pendaftaran di lokasi syarat pelaksanaannya mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

Disebutkan, PPDB di Bantul terbagi menjadi empat jalur. Yaitu, jalur zonasi murni dengan persentase 55 persen. Jalur aprogram penanganan siswa tidak mampu sebanyak 20 persen. Jalur prestasi 20 persen dan jalur kepindahan tugas orangtua atau wali lima persen.

Berbeda dari tahun sebelumnya, empat sekolah pada tahun ini juga membuka jalur non online. Itu dikhususkan bagi sekolah yang memiliki kelas khusus olahraga (KKO). Di antaranya, SMP N 1 Kretek, SMP 2 Kretek, SMP 3 Pleret dan SMP 3 Imogiri. Dengan jumlah kuota masing-masing satu rombel atau 20-30 peserta. “Khusus kelas ini seleksinya lebih awal, 22-24 Juni,” katanya.

Sementara itu, PPDB melalui jalur afirmasi, prestasi dan perpindahan tugas ortu dilaksanakan mulai 25-27 Juni mendatang. ”Kalau tidak bisa diterima di jalur prestasi masih diberi kesempatan untuk zonasi murni 29 Juni sampai 1 Juli,” jelasnya.

Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri Sriharjo Candrasari mengatakan, meski diterapkan pendaftaran online, pihaknya tetap membuka pendaftaran langsung dan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Pertimbangannya, mayoritas pendaftar bertempat tinggal tak jauh dari sekolah. Selain itu kebutuhan siswa pun terbatas. Kuota berjumlah 56 siswa dengan daya tampung dua kelas.  “Jadi saya pikir tidak akan terjadi kerumunan massa,” katanya. (mel/bah)

Bantul