RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mulai mempersiapkan diri memasuki fase new normal. Sekeretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis mengajak segenap warga Bantul untuk bersiap kembali pada kondisi normal. Hal tersebut berkaitan dengan upaya Pemkab Bantul mengantisipasi new normal.

Bupati Bantul Suharsono mengatakan, Bantul tidak memiliki mal untuk dapat dioperasikan. Suharsono lantas mengusulkan pembukaan Pantai Parangtritis dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Mesake bakule, dodol do ra payu (kasihan pedagang, dagangannya tidak laku),” sebutnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko mengaku tengah mempersiapkan pelatihan kepada guru. Sekolah di Bantul akan memasuki tahun ajaran baru pada 13 Juli. “Mulai minggu depan kami adakan pelatihan terkait pembelajaran di era new nomal,” ungkapnya.

Dijelaskan, guru memiliki otoritas untuk mengatur kelas, seperti mengatur tempat duduk dan komunikasi siswa. Guru juga berperan mengatur dan mempersiapkan pembelajaran. “Termasuk pemetaan materi,” ujarnya.

Disdikpora menyiapkan dua skenario penerapan social distancing di dalam sekolah. Pertama, siswa dalam satu kelas akan dibagi menjadi dua shift. Skenario kedua, akan dibuatkan jadwal kelas yang dapat datang ke sekolah. “Nah itu yang bisa mengatur guru, agar penerimaan peserta didik baru (PPDB) tetap jalan ndak masalah,” katanya.

Kepala Dinas Paiwisata (Dinpar) Bantul Kwintarto Heri Prabowo mengatakan, dinasnya sudah rapat dengan dinas kesehatan mengenai protokol tetap (protap) pembukaan kembali objek wisata (obwis). Konsekuensinya Dinpar harus mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung perotokol pencegahan Covid-19. “Kami harus harus memberikan edukasi,” sebutnya.

Dikatakan, obwis hanya akan segera dibuka jika masyarakat dan pemerintah siap dengan protokol pencegahan Covid-19. “Kami nggak mau pariwisata menjadi klaster baru. Wisatawan itu datang dan berkunjung ke berbagai obwis dan tanpa diminta KTP. Jadi akan sulit tracing kalau ada yang kena,” paparnya.

Gua Selarong disebut akan menjadi obwis percobaan penerapan protokol pencegahan Covid-19 menyambut new normal. “Karena kunjungan wisatawannya sedikit, tetapi bupati minta Parangtritis. Ini dapat menimbulkan kecemburuan, kami mencoba memfasilitasi secara adil,” tuturnya. (cr2/din)

Bantul