RADAR JOGJA – Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) mulai diserahkan kepada warga Kamis (14/5). Bantuan tersebut ditunjukan kepada warga ekonomi ke bawah yang terdampak virus korona (Covid-19). BLT – DD senilai Rp 600 ribu per bulan. Dibayarkan selama tiga bulan. Terhitung sejak Mei, hingga Juli.

Bupati Bantul Suharsono berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga di tengah pandemi korona ini. Bantuan yang bersumber dari DD diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Dia juga berpesan agar desa turut mengawasi dan mengontrol persyaratan administrasi. “Mana yang wajib atau berhak menerima bantuan. Mana yang lebih terdampak ekonomi dan sosial,” ungkap Suharsono di Kelurahan Sumbermulyo, Bambanglipuro, Kamis (14/5).

Dia juga meminta warga turut mengawasi bantuan dari sumber lainnya. Termasuk bantuan sosial tunai (BST) yang juga sudah mulai digulirkan. Dia menyebut, distribusi BLT-DD per kemarin dilakukan di 12 desa.  “Kemudian hasilnya dilaporkan langsung  ke Kementrian Desa dan Keuangan. Lalu disampaikan ke presiden,” tutur Suharsono.

TERTIB ANTRI: Warga Sumbermulyo, Bambanglipuro mengantri mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa 2020, di Balai Desa Sumbermulyo,  (14/5). Antrian dilakukan tetap menjaga jarak dan mengenakan masker.( MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA )

Dia juga mengimbau agar warga selalu mentaati peraturan pemerintah. Yakni selalu menjaga jarak, rajin mencuci tangan dengan sabun, selalu mengenakan masker dan kurangi aktivitas di luar rumah untuk memutus rantai persebaran korona.

Desa Sumbermulyo menjadi salah satu desa yang membagikan BLT DD. Lurah Desa Sumbermulyo Ani Widayani menyebut, 228 warga menerima bantuan ini. Bantuan diserhkan kepada wargagolongan menengah ke bawah yang belum terdaftar dalam program bantuan lainnya. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ataupun bantuan lainnya.

Penerima manfaat BLT DD berdasarkan   dari tiga sumber. Yakni, prelist yang diajukan 23 hanya tembus 17 orang. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) hanya 18 persen dari 583,  sedangkan dari data bawah) hanya 106 yang lolos. Atau 213 warga yang lolos.   “Itu artinya DD terserap hanya 26 persen dari maksimum 35 persen,” ungkap Ani.

Ani menjelaskan, penggunaan DD itu tidak akan mengganggu pemanfaatan dana itu sendiri. Tetapi, hanya menggeser dari dana pembangunan fisik juga kegiatan pemberdayaan program pelatihan kapasitas, kader kesehatan, pelatihan toko dan lain-lain. “Total penyerapan DD sebesar Rp 136,8 juta. Dari DD keseluruhan sekitar Rp 1,6 miliar,” ungkap Ani. (mel/din)

Bantul