RADAR JOGJA – Di tengah pandemi virus korona (Covid-19) beberapa desa di Kabupaten Bantul mulai bangkit menggerakkan perekonomian setempat. Desa mulai memanfaatkan aplikasi online untuk melakukan transaksi dagang.

Salah satu desa yang mulai bergeliat perekonomiannya, yakni Sriharjo, Imogiri dan Desa Panggungharjo, Sewon. Perdagangan dengan aplikasi online dilakukan untuk menghindari kerumunan massa. Selain itu, geliat ekonomi tetap berjalan, sehingga warga tetap mendapatkan pemasukan meski berada di rumah. “Kami mulai bangkit dengan mengoptimalkan pasar online melalui grup WhatsApp,” ungkap Lurah Desa Sriharjo Titik Istiwayatun dihubungi kemarin (10/5).

Pasar online hanya dilakukan dalam lingkup desa. Terdiri dari 13 padukuhan dengan total 3.300 KK atau sekitar 10 ribu jiwa.

Titik mengungkapkan, dari jumlah tersebut ratusan warganya terdampak ekonomi langsung. Ada yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), ada yang dirumahkan, putus kontrak bahkan beberapa warga yang memiliki usaha mulai kesulitan mendapatkan pelanggan. Usaha yang paling terdampak di wilayah tersebut misalnya, pengusaha travel, jasa rias, dan produk home industri. ¬†“Ada 111 pelaku usaha yang sudah tergabung dalam grup ini,” sebut Titik.

Dikatakan, tak menutup kemungkinan jumlahnya akan semakin bertambah menginggat banyak pengusaha muda yang bermunculan. Dari jumlah tersebut, mereka menjual berbagai jenis usaha. Mulai dari  makanan, hasil bumi, hasil ternak, sembako, kerajinan lokal dan produk-produk lainnya.

Dibentuk sejak 1 Mei lalu, pemanfaatan pasar online semakin dekat dengan masyarakat. Minat untuk berbelanja online pun juga meningkat. “Banyak yang akhirnya ikut berjualan, bahkan sudah ada tiga reseller,” ungkapnya.

Jika geliat warga meningkat, Titik mengaku siap mengembangkan pasar online. Misalnya membentuk mitra dengan desa lain dalam lingkup pasar yang lebih luas atau dalam bentuk platform. “Ke depan akan bergabung dengan pasardesa.id Desa Panggungharjo,” ujar titik.

Dia mengajak warganya agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan di tengah pandemi. Transaksi online diharapkan mampu mencegah persebaran virus korona. Saatnya desa bersinergi dan bangkit gerakkan ekonomi.

Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Panggung Lestari Desa Panggungharjo Eko Pambudi siap mengembangkan platform pasardesa.id. Dalam waktu dekat, akan menggandeng empat desa di Kecamatan Imogiri, Banguntapan, Kasihan dan Pajangan.

Di Desa Panggungharjo sendiri sudah ratusan warga tergabung. Selama hampir sebulan terbentuk, terdapat 40 mitra usaha. “Kalau omsetnya sudah Rp 100 juta lebih,” kata Eko.

Dijelaskan, platform ini digerakkan dan tetap mengedepankan kenyamanan. Rencananya, platform ini dapat digerakkan dan memberikan kenyamanan bagi penerima bantuan langsung tunai (BLT) untuk membelanjakan uang dari pemerintah pusat. Dengan demikian roda perputaran ekonomi dapat terus berjalan. (mel/bah)

Bantul