RADAR JOGJA РPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menutup Puskesmas Pleret yang berlokasi di Desa Wonokromo, Pleret, Bantul. Penutupan dilakukan dikarenakan seluruh tenaga medis melakukan karantina mandiri. Penutupan dilakukan hingga 10 Mei mendatang.

Diketahui satu tenaga medis yang bekerja di lokasi tersebut positif terinfeksi virus korona (Covid-19). Pasien, kini diisolasi di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro. “Sementara memang ditutup,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budi Raharjo, kemarin (5/5).

Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi persebaran Covid-19. Untuk itu bagi warga sekitar pleret diimbau agar memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat lainnya.

Agus menyebut, ada 39 tenaga kesehatan (nakes) yang kontak erat dengan pasien positif. Akibatnya, Puskesmas kehabisan sumber daya manusia (SDM) untuk pelayanan.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Bantul telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 440/01932 tentang pengaturan pelayanan di Puskesmas. Dalam rangka pencegahan virus Korona (Covid-19), Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis menuturkan, untuk antisipasi risiko penularan infeksi Covid-19 dan menjaga keberlanjutan pelayanan, Puskesmas melakukan pengaturan pelayanan. Yakni, membagi Jumlah dan jenis petugas menjadi dua tim.

Masing-masing dapat melakukan pelayanan secara bergantian setiap harinya. Nah, satu tim lainnya tetap bekerja tetapi dari rumah atau work from home (WFH) secara bergantian. “Dengan ketentuan anggota timbersifat tetap. Dan tidak saling bertukar jadwal,” ungkapnya.

Bila hal itu tidak memungkinkan, Puskesmas kekurangan SDM maka agar mempersiapkan tim cadangan minimal untuk pelayanan rawat jalan dan pelayanan surveilans. “Untuk puskesmas rawat inap, pelayanan UGD dan rawat inap, hanya diperuntukan bagi pasien persalinan,” tuturnya.

Dia mengimbau, agar petugas medis dapat memberikan pelayanan sesuai proptap Dinas Kesehatan. (mel)

Bantul