RADAR JOGJA – Petugas posko gabungan pemantauan pemudik di Srandakan menghalau dua kendaraan asal Tanggerang, Banten. Mereka dipaksa putar balik karena saat cek kesehatan suhu tubuh penumpang kendaraan tersebut mencapai 39 derajat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul Aris Suharyanto mengungkapkan kedua mobil tersebut hendak menuju Pacitan, Jawa Timur melalui jalan jalur lintas selatan (JJLS). Setiap kendaraan diisi enam penumpang dan tujuh penumpang. “Suhu tubuhnya di ambang normal,” ungkapnya ditemui di kantornya kemarin (4/5).

Dia menduga, para penumpang kendaraan sengaja tidak mematuhi imbauan untuk tidak mudik. Mereka juga tidak memiliki surat keterangan sehat.

Dijelaskan, pemeriksaan terhadap pemudik dilakukan sekitar pukul 09.00 dan 21.00. Pemilihan waktu hasil koordinasi dari tim gabungan yang terdiri dari dishub, kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Paksi Katon. “Pada waktu-waktu tersebut, pemudik dari Jakarta dan Jawa Barat diperkirakan sampai Jogjakarta,” ujarnya.

Petugas, rata-rata menjaring plat luar kota asal Jakarta, Bandung, Bogor dan sejumlah wilayah Jawa Tengah. Umumnya, kendaraan plat luar kota tersebut menuju Klaten, Solo, Surabaya, dan Jawa Timur. “Sehingga banyak yang lewatnya Klangon maupun Srandakan yang kami jaring,” sebutnya.

Sementara itu, Kapospam Pos Druwo IPTU Kartiman menjelaskan, pemeriksaan terhadap kendaraan pemudik ada di empat titik, yaitu di Srandakan, jalan Parangtritis, Sedayu, dan Piyungan. Pihaknya, menghalau pemudik sejak tanggal 24 Maret.

Mayoritas kendaraan plat luar kota ternyata dikemudikan oleh warga Bantul. Namun, ada pula pengemudi kendaraan plat luar kota yang sudah lama bekerja di Bantul. “Kalau pengemudi luar dengan kendaraan plat luar belum ada ditemukan,” katanya.

Diimbau, agar para pekerja melengkapi surat kerjanya. Sebab, warga yang tidak dapat menunjukkan bukti bekerja di area Bantul akan diminta putar balik. “Warga yang memiliki ber-KTP dari zona merah, juga akan kami suru balik arah,” tandasnya. (cr2/bah)

Bantul