RADAR JOGJA – Ditutupnya objek wisata (obwis) akibat pandemi korona, volume sampah di Pantai Parangtritis berkurang. Yang biasanya mencapai satu hingga dua ton per hari, kini berkurang setengahnya. Bahkan, didominasi sampah organik.

“Rata-rata sampah dari laut,” ungkap Koordinator UPK Kebersihan Parangtritis, Suranto, Minggu (26/4).

Sampah itu terdiri dari sisa rumpun pohon bambu, dan ranting juga plastik maupun dedaunan. Penurunan drastis angka  tersebut lantaran tidak adanya aktivitas pengunjung maupun penjual warung.

Dikatakan, jumlah sampah menyusut dari biasanya. Petugas kebersihan yang terbagi menjadi tiga regu, masing-masih hanya mengangkut tiga sampai empat Kuintal (kw) sampah per hari. ”Hanya sekali angkut saja sekarang,” jelasnya.

Penyusutan sampah dipengaruhi cuaca lingkungn saat ini. Kondisi sungai masih aman dari sampah kiriman dari hulu.

Sampah-sampah tersebut, untuk sementara akan dikumpulkan terlebih dahulu. Bila sudah sebulan atau terkumpul sekitar 15 ton per hari akan kami buang ke TPST Piyungan.

Dijelaskan, volume sampah dapat terus meningkat apabila kondisi cuca sedang mengalami hujan. Volume sampah dari bantaran sungai dapat meningkat hingga empat ton per hari.

Sama halnya dengan sampah di Pasar Niten. Penerapan jam operasional pasar yang dimajukan lebih awal dan turunnya tingkat kunjungan pasar, berpengaruh pada volume sampah. Volume sampah pasar berkurang hingga 30 persen dari biasanya mencapai satu hingga 2 ton per hari. “Sekitar 2 kuintal per hari sampah anorganik,” ungkap Pengelola Kompos Pasar Niten Daryanto, Minggu (26/4). (mel/bah)

Bantul