RADAR JOGJA – Imbauan untuk tidak menggelar ibadah berjemaah di masjid pada masa pandemi Covid-19 tampaknya belum sepenuhnya diindahkan oleh sebagian masyarakat. Buktinya, beberapa masjid di Bantul tetap menggelar salat Jumat berjamaah.

Padahal, disebutkan dalam surat edaran Bupati Bantul No. 451/01790/HKM tentang Pelaksanaan Ibadah Ramadan dan Perayaan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1441 H/2020 M Pada Masa Darurat Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Di Kabupaten Bantul pada poin keenamnya tertulis salat Jumat agar tidak dilaksanakan selama pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Ketua Gugus Satuan Covid-19 Wonokromo 1 dan 2, Pleret, Bantul Arif Hamad Wibowo menyebut, pelaksanaan salat Jumat di Masjid Pathok Negoro Taqwa Wonokromo berpegang pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Diimbau untuk tidak melaksanakan salat Jumat hanya bagi wilayah yang merupakan zona merah, sedangkan zona hijau masih dipersilahkan.  “Di sini kan belum ada ketetapan, di Bantul dan di Jogja,” tandasnya Jumat (24/4).

Dari pantauan Radar Jogja, banyak warga yang datang tidak menggunakan masker, tapi membawa sajadah pribadi. Di gerbang masuk masjid disediakan penyemprot disinfektan otomatis. Disediakan pula sabun cuci tangan, dan warga dapat memilih tempat salat di luar masjid. “Juga ada pengecekan suhu, tapi thermogun kan sedang error,” ungkapnya.

Namun, dengan alasan keterbatasan tempat, penerapan physical distancing terkendala. Jamaah diusahan untuk merenggang, namun tidak sampai berjarak satu meter. “Tapi kami juga melihat jamaah yang ada,” ujarnya.

Dijelaskan, protokol pencegahan Covid-19 di Dusun Wonokromo pun tidak hanya diterapkan di masjid. Disetiap pintu masuk kampung dipasang disinfektan. Untuk yang baru dari luar kota pun dikarantina selama 14 hari. “Kalau keluarga tidak mampu menyediakan, kami carikan tempat. Secara keseluruhan pencegahan sudah kami terapkan,” klaimnya.

Seorang anggota militer mengaku, dirinya juga dilarang untuk melaksanakan Salat Jumat di masjid. “Tapi saya mengutamakan Allah, saya lebih takut sama Allah,” cetusnya.

Senada, Pemangku Masjid Almakmur Bembem, Trimulyo, Bantul Sarmaji mengatakan, masjidnya penuh saat Salat Jumat kemarin. Namun, pelaksanaan Salat Jumat tidak menggunakan ceramah yang panjang. “Mboten koyo adate (tidak seperti biasanya),” ujarnya.

Dikatakan, jangan menebar kekhawatiran, karena kekhawatiran adalah sebagian dari penyakit. Namun, masjid dikhususkan hanya untuk warga Bembem. Kalau ada warga dari luar dusun tidak diperbolehkan mengikuti salat Jumat. “Ada jarak, seharusnya untuk bertiga jadi berdua,” katanya. (cr2/bah)

Bantul