RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dilema terhadap aturan pemerintah pusat yang bersifat imbaun. Sebab, diakui masih ditemukan masyarakat yang tidak taat untuk melaksanakan imbauan dari pemerintah untuk melaksanakan physical distancing dan social distancing untuk mencegah persebaran infeksi virus korona (Covid-19).

Terlebih, dalam menghadapi bulan suci Ramadan, penerepan imbauan pemerintah harus benar-benar dilaksanakan dengan baik. Termasuk imbauan untuk melaksanakan salat tarawin di rumah saja. “Kami tindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama. Kira-kira kebijakan apa yang bisa disepakati di Kabupaten Bantul,” ungkap Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) terkait persiapan Ramadan di Kompleks Parasamya Pemkab Bantul, kemarin (21/4).

Pihaknya tengah merumuskan kembali SE Menteri Agama Nomor 6/ 2020 tentang panduan Ibadah Ramadan dan Idul fitri satu syawal 1441 Hijriyah di tengah pandemi Covid-19. Menindaklanjuti SE tersebut, masyarakat diimbau agar melaksanaakan seluruh kegiatan Ramadan di rumah masing-masing.

“Puasa tetap diwajibkan. Namun, salat berjamaah di masjid sebaiknya dilakukan di rumah masing-masing,” ungkap Halim. Kendati begitu, adanya masukan dari internal takmir masjid tetap akan dikaji secara  edukatif, solutif maupun proposional. “Perlu diskusi mendalam terkait masukan-masukan, agar perbedaan pendapat ini tidak menimbulkan konflik horizontal,” ungkapnya.

Sebab, lanjut dia, di beberapa masjid masih melaksanakan ibadah salat berjamaah di masjid. Ada yang salat dengan memberlakukan physical distancing ada pula yang melaksanakan jamaah pada umumnya.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono mengaku resah terhadap kesadaran warga yang masih minim. Dia mengamati setelah warga selesai menerapkan 14 hari isolasi mandiri di rumah, suasana jalanan yang sebelumnya sepi kini kembali ramai. Dia khawatir, jika pemerintah tak bergerak cepat infeksi pandemi ini semakin meluas. “Ini jadi tantangan, untuk meningkatkan sinergitas pemerintah dengan organisasi di tingkat bawah,” ungkapnya.

Dijelaskan, bila ada warga yang melaksanakan salat berjamaah di masjid, pihaknya akan memberikan teguran. Upaya sosialisasi akan terus dilakukan selama pandemi virus korona. ”Tidak diberi sanksi, tapi edukasi,” ungkap Wachyu.

Dalam kegiatan tersebut diikuti Kementrian Agama (Kemenag) Bantul, Organisasi masyarakat (Ormas), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB). Semua instansi tersebut sepakat dengan peraturan pemerintah.

Semua kegiatan Ramadan, meliputi tarawih, tadarus Qur’an, salat jumat, salat idul fitri, syawalan, dan lain-lain tetap berjalan namun dilaksanakan bersama keluarga inti di rumah masing-masing. Sementara kegiatan zakat akan dilaksanakan pada awal bulan Ramadan. “Akan dilakukan secara jemput bola. Tujuan lainnya, untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. Sehingga dapat bermanfaat selama Ramadan,” imbuh Ketua MUI Bantul Syibani. (mel/bah)

Bantul