RADAR JOGJA – Sepinya kunjungan pembeli membuat omzet para pedagang di pasar-pasar tradisional di Bantul turun. Pengelola pasar pun tidak membebani pedagang dengan meniadakan retribusi pasar selama sebulan.

“Tidak ada pungutan kepada Bakul,” tegas Carik Pasar Bantul Heru Harmanta, Minggu (12/4). Saat ini pasar-pasar utama di Bantul hanya beroperasi pukul 06.00-12.00.

Heru juga menyebut adanya kemungkinan perpanjangan waktu penghapusan retribusi. Namun, hal tersebut opsional, melihat perkembangan situasi ke depan. “Kalau masih belum kondusif, mungkin bisa diperpanjang, pkoknya menunggu kebijakan dari Bupati,” jelasnya.

Menurut dia, saat ini rerata omzet pasar turun, meskipun tidak begitu mencolok. Tapi Heru mengaku tak dapat menyebutkan dengan pasti persentase dan angkanya. “Paling anjlok penjualan daging,” katanya.

Adanya larangan untuk melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan potensi penumpukkan masa seperti ewuh atau kenduri, disebut Heru sebagai alasan anjloknya penjualan daging. “Jadi enggak pada beli daging, kan nggak boleh ada hajat,” cetusnya.

Pedagang daging di pasar Bantul Selamet mengatakan, sebelum adanya wabah covid-19, dia dapat menjual daging sampai 10 kilogram. Saat ini iya hanya mampu menjual daging lima kilogram saja. “Kalau harga masih sama Rp 120 ribu perkoligram,” sebutnya.

Selain itu, Slamet menyebutkan jika banyak pelanggannya yang kecele karena sudah datang ke pasar. Pelanggan masih ada yang datang lebih dari pukul 12.00, padahal pasar sudah tutup. “Kan pembeli jadi berkurang,” keluhnya.

Pedagang bunga tabur di pasar Bantul Zamzana juga mengeluhkan jika omsetnya turun, bahkan mencapai 75 pesen. Dia bisanya kebanjiran order ketika bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa. Pelanggan tetapnya yang biasa membeli 15 macam kembang, kini hanya membeli 5-10 macam saja.

Sedangkan peziarah musiman tidak ada. Dia lebih mempermasalhkan korona, sebagai penyebab omsetnya turun. “Kan peziarah yang jauh nggak bisa nyekar ke sini,” sebutnya.

Turunnya omset pasar juga dikeluhkan Lurah Pasar Imogiri Suharsono. Pasar Imogiri biasanya mulai beroperasi sejak pukul 04.00 sampai 22.00. kini pasar hanya beroperasi sejak 06.00-12.00 saja. “Jelas turun, mungkin sekitar 30-40 persen,” katanya.

Sekitar 70 persen pedagang masih aktif berjualan di pasar Imogiri. Namun, pembeli yang datang memang berkurang. Permintaan telur dan daging ayam menurun. “Harga gula pasir naik, tapi beras stabil dikisaran Rp 8.500 sampai Rp 10.000,” sebutnya.

Namun, pedagang sembako di Pasar Imogiri Ngatijah mengatakan harga gula sudah mulai turun. Tapi telur mengalami kenaikan kemarin. “Telur agak naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 22 ribu per kilogram,” tuturnya. (cr2/pra)

Bantul