RADAR JOGJA – Sesuai dengan anjuran pemerintah untuk melaksanakan ibadah di rumah, Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran tak lagi ada kegiatan ibadah. Termasuk untuk perayaan Paskah tahun ini. Dana yang dipersiapkan pun dialihkan penggunaanya. Untuk apa?

SITI FATIMAH, Bantul, Radar Jogja

Momentum perayaan Paskah, biasanya membuat Gereja HKTY Ganjuran dipadati jamaah. Tapi tidak untuk tahun ini. Karena bersamaan dengan pandemi korona, gereja meniadakan kegiatan ibadah. Jamaat diminta beribadah dari rumah.

Gereja yang terletak di jalan Ganjuran, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul itu pun mengalihkan dana Paskah untuk kegiatan sosial. Paroki Gereja Ganjuran membagikan bibit buah dan sayur. Selain itu, tengah dipersiapkan 3.000 masker yang utamanya ditujukan untuk anak-anak.

Kepala Paroki Gereja HKTY Ganjuran Romo FX Krisno Handoyo mengatakan, sedianya Paskah Minggu (12/4) digelar dengan tema Paskah keluarga. Namun urung, sebab adanya anjuran untuk social distancing. “Kegiatan perayaan yang bertujuan untuk menggembirakan anak-anak dibatalkan,” ungkapnya.

Padahal, untuk menyambut perayaan Paskah tahun 2020, Paroki Gereja Ganjuran sudah melakukan persiapan sejak dua bulan yang lalu. Dianalogikan, jika momentum ini semacam paradoks hidup beriman. “Tentunya di satu sisi kita memohon agar virus korona segera berakhir. Permohonan ini untuk kesadaran, bahwa hidup ini bukan milik kita. Hidup ini milik Tuhan,” tutur Romo Kris.

Gereja Ganjuran lantas mengalihkan dana Paskah untuk kegiatan sosial, dengan sasaran utamanya anak-anak. Sebanyak 3.000 masker dipesan oleh Gereja Ganjuran. “Sudah siap 1.000, mungkin Senin (hari ini) akan mulai dibagikan,” tuturnya.

Kepada warga sekitar Gereja Ganjuran, Sabtu (11/4) diberikan bibit sayur dan buah yang siap petik dalam sebulan. Romo Kris juga mengajak masyarakat untuk melihat sisi positif dari wabah korona. Merebaknya korona telah membuka pengetahuan tentang puspalitas. Dalam menjalai kehidupan, diperlukan adanya persaudaraan dan solidaritas. “Sehingga justru menjadi tantangan kemanusiaan,” paparnya.

Seperti diketahui, Gereja Ganjuran meniadakan kegiatan gereja sejak 27 Maret lalu, sampai 30 April. Gereja menganjurkan umat untuk melaksanakan ibadah secara online. “Kecuali ibadah pribadi secara private, yang hanya bertiga,” sebutnya.

Sementara itu, salah seorang umat yang enggan disebutkan namanya yang berasal dari Dusun Prenggan, Palbangpang, Bantul, mengaku melaksanakan Misa Paskah dengan menumpang di rumah tetangganya. Dia mengikuti Misa Paskah di Sabtu malam sekitar pukul 19.30.

Biasanya, pria yang juga seorang koster tersebut biasanya bertandang ke rumah saudaranya. Namun, akibat pandemi korona, dia dan keluarganya tidak melakukan persiapan khusus. “Untuk hari ini (kemarin) nggak ada kegiatan. Enggak ada olahan khusus juga,” ucapnya.

Sedangkan warga yang tinggal di sekitar Gereja Ganjuran, Indra Suroinggeno mengaku mendapat benih sayuran. Dia menerima benih dari Gereja Ganjuran di hari Sabtu. “Semua warga dibagi,” kata warga dusun Kanutan, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul itu. (pra)

Bantul