RADAR JOGJA – Ibu hamil berkebutuhan khusus, Subekti akan diambil alih kepengurusannya oleh Dinas Sosial (Dinsos) Bantul. Perempuan yang sedang hamil 37 minggu itu akan ditempatkan di rumah singgah yang berada di Kabupaten Sleman. Saat ini, dibentuk tim khusus demi pengawasan sampai penjemputan oleh Dinsos 14 April.

Keberadaan Subekti ditemukan oleh Bidan Desa Poncosari, Warismi yang tinggal dekat kandang di bawah pohon, Selasa (6/4). Ternyata, Subekti telah beberapa hari menelantarkan diri di belakang rumah pamannya. “Kemudian kami melakukan koordinasi tingkat puskesmas,” jelas Warsimi.

Warismi datang bersama dengan bidan koordinasi, koordinator, dan petugas psikologi Puskesmas Poncosari dengan membawa pemberian makanan tambahan (PMT). Subekti lalu dibujuk untuk kembali ke rumah pamannya. “Alhamdullillah berhasil, lalu kami melakukan pemeriksaan,” paparnya.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan jika bayi yang dikandung Subekti memiliki detak jantung bayi bagus. Namun, posisi bokong bayi menempati bagian bawah rongga janin.

Sebelum 14 April, Puskesmas Poncosari akan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan Subekti setiap dua sampai tiga hari sekali. Berikut pengawasan, agar Subekti tidak kabur lagi. “Ada kader dan warga yang membantu,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantul Erna Suharsono mengaku cukup prihatin, atas penolakan keluarga dan suaminya. Saat ini, Subekti tinggal bersama sang paman.

Kendati demikian, tidak dapat dipastikan jika paman Subekti seutuhnya sanggup merawat. Sehingga, sudah menjadi keharusan dari pemerintah untuk turun tangan bersama menyelamatkan Subekti dan bayi yang dikandungnya. “Jadi kami menyiapkan kader untuk selalu memantau,” jelasnya.

Emosi Subekti kerap tidak terkontrol dan terkadang berlaku semaunya. Erna pun berpesan jangan sampai pergi atau keluar rumah tanpa diketahui oleh keluarganya. “Tidak usah ke kebun, karena akan merepotkan orang banyak. Semoga dapat melahirkan sehat,” pesan Erna.

Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Karjiyem mengungkapkan, Subekti masuk dalam golongan ibu hamil berisiko dan ibu hamil terlantar. Subekti masih tercatat sebagai warga Panjangrejo, Pundong, Bantul, namun dalam pengawasan Poncosari, Srandakan, Bantul. “Hari ini intinya juga serah terima Panjangrejo ke Poncosari,” tegasnya.

Dijelaskan, bayi dalam kandungan Subekti dengan presentasi bokong memiliki risiko pendarahan saat melahirkan. “Kami mengantisispasi itu, (hari perkiraan lahir) HPL-nya tanggal 21 Mei,” katanya.

Di sisi lain, paman Subekti, Agus Sugeng Riswanto memang berharap keponakannya dibawa oleh Dinsos Bantul. Sebab dia tidak bersedia merawat Subekti. “Saya juga menolong, kasian kalau tidak ada yang menolong,” ujarnya.

Diungkapkan, Subekti kerap marah-marah. Sudah empat kali pula Subekti menghilang untuk menelantarkan diri. “Orang tuanya, suami, dan mertua sudah ndak mau menerima,” sebutnya. (cr2/bah)

Bantul