RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengeluarkan surat edaran perpanjangan penutupan objek wisata (obwis). Semula ditutup pada 31 Maret, diperpanjang hingga 30 April. Hal itu dilakukan, untuk mencegah penularan infeksi virus korona.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Annihayah, membenarkan hal tersebut. Penutupan obwis ini berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Nomor 440/01615. Penutupan objek wisata dilakukan mulai 1-30 April. “Semua obyek wisata ditutup sementara baik yang dikelola Dispar maupun masyarakat,” ungkap Anni, Kamis (2/4).

Terkait penutupan tersebut, Dispar diminta memasang papan pengumuman berisi larangan kunjungan selama masa penutupan. Tidak hanya obwis saja yang diliburkan sementara, sejumlah wisata atraksi budaya, museum dan kuliner juga ditutup sementara. Adapun obwis yang dikelola Dispar antara lain, Pantai Parangtritis, Depok, Samas, Kuwaru, Goa Cemara, Pandansimo, Goa Cerme, dan Goa Selarong.

Adanya, penutupan obwis berpengaruh pada merosotnya pendapatan dari sektor pariwisata Bantul. Kendati begitu, pihaknya belum menghitung pasti berapa kerugian dari dampak wabah virus korona ini.

Ketua Koperasi Notowono Mangunan, Dlingo Purwo Harsono mengatakan, selain obwis pantai, wisata alam di wilayah perbukitan juga memperpanjang penutupan sementara hingga tiga pekan ke depan tepatnya 21 April.  “Kami akan tinjau lagi melihat perkembangan kondisi seperti apa,” ungkap pria yang kerap disapa Ipung.

Dia menyebut, ada sepuluh destinasi wisata yang disuguhkan di Wilayah Mangunan, Dlingo. Yaitu, Pinus Pengger, Punak Becici, Rumah Literasi, Pintu Langit, Lintang Sewu, Pinus Asri, Pinus Sari, Seribu Batu, Bukit Panguk dan Bukit Maja. Sebagian besar pengelola destinasi wisata, tergabung dalam Koperasi Notowono. Total, terdapat 681 anggota terdiri dari pengelola wisata, pelaku usaha  menyediakan jasa maupun kuliner. Jumlah ini belum termasuk pelaku usaha dari luar kawasan yang mencapai 379 pelaku usaha.  “Kalau pendapatan totalnya perhari bisa Rp 20 juta sampai Rp 30 juta,” tuturnya. (mel/bah)

Bantul