RADAR JOGJA – Tiga kekuatan bakal mewarnai kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bantul 23 September mendatang. Dimana, PDI Perjuangan secara resmi berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Disusul Gerindra berkoalisi dengan Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Kekuatan lainnya, yakni porong tengah.

Melihat keberadaan partai yang telah menentukan koalisi, Ketua Tim Poros Tengah Kerakyatan sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Bantul Hasyim Turmudzi menanggapi dengan santai. Dikatakan, poros tengah akan tetap melaju. Adapun kekuatan poros tengah ada PAN dengan lima kursi, PKS empat kursi, PPP dua kursi dan Partai Demokrat dua kursi. Kendati begitu, belum secara resmi menyatakan koalisi. Partai-partai ini masih menggodog siapa saja nama yang layak sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati yan diusung. “Ini masih intens berkomunikasi menentukan yang tepat,” ungkap Hasyim kepada Radar Jogja, kemarin (14/3).

Dikatakan, pendaftaran balon bupati dan wakil bupati baru akan dilakukan Juli. Sehingga, tidak perlu terburu-buru untuk memutuskan sosok yang akan diusung.

Kendati begitu, poros tengah kerakyatan, masih merujuk nama Ketua DPD PAN Bantul Mahmud Ardi Widanto sebagai balon Bupati yang akan diusung. Disinggung terkait koalisi partai kecil lainnya, Hasyim belum mengetahui pasti siapa yang bakal merapat. Adapun Partai Golkar dengan 5 kursi, Partai Bulan Bintang (PBB) 1 kursi belum menentukan sikap. “Ada yang sudah siap koalisi ada yang masih malu-malu kucing,” ungkap Hasyim disertai tawa.

Ketua DPD PAN Bantul Mahmud Ardi Widanto secara tegas siap melaju. Menurutnya, Bantul butuh perubahan dan penyegaran pemimpin alternatif. Poros tengah memposisikan sebagai agen perubahan. Keputusan Ardi untuk melaju sudah bulat. Sebab, dari kekuatan poros tengah sudah cukup menjangkau syarat minimal yakni sembilan kursi. Dia menyebut partai poros tengah yang siap mendukung yakni, PPP 2 kursi dan Demokrat dua kursi. “Jika dijumlah dengan PAN 5 kursi sebenarnya sudah cukup. Tanpa PKS dan Golkar poros tengah sudah bisa maju,” tuturnya.

Kendati begitu, Ardi tetap melengkapi persyaratan tahap dua penjaringan Golkar. Dia didampingi jajaran Fraksi PAN mendatangi Kantor DPD Golkar Bantul untuk menyampaikan visi misinya. Dia optimistis maju sebagai balon bupati. Sebab, dia juga sudah mendapat mandat dari DPP PAN setahun lalu untuk mengikuti kontestasi Pilkada Bantul 2020.

Sementara itu, Internal Golkar memilih fokus terlebih dahulu pada tahap penjaringan. Ketua DPD Golkar Bantul Paidi mengaku, Golkar belum menentukan sikap. Meski dua kandidat internal Golkar juga mendaftarkan diri sebagai balon wabup. “Ya, kami fokus dulu sama penjaringan. Usai penjaringan selesai, baru fokus internal,” tutur Paidi, kemarin (15/3). (mel/bah)

Bantul