RADAR JOGJA Revitalisasi saluran irigasi di jalan Pleret, Banjardadap, Potorono, Banguntapan, Bantul masih dikebut. Pembongkaran beton yang menutup saluran irigasi sudah rampung. Saat ini, tinggal eksavator melakukan pengerukan.

Revitalisasi tersebut dilakukan, menindaklanjuti laporan dari Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Dimana, saluran irigasi yang mereka gunakan tertutup sampah dan sedimen. “Saat hujan turun, jalan tergenang setinggi 20 sentimeter,” kata warga Bintaran RT 05, Banguntapan, Purnomo ditemui Senin  (2/3).

Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Yitno menjelaskan, revitalisasi dilakukan sejak Sabtu (22/2). Panjang revitalisasi saluran sekitar 200 meter. Dan penggalian irigasi sepanjang 300 meter. Prioritas pengerjaan membongkar beton penutup saluran. “Baru nanti pengerukan untuk mengambil sedimen,” jelasnya.

Dijelaskan, kedalaman irigasi awalnya lebih dari 100 sentimeter. Akibat tertutup sampah dan lumpur kedalaman irigasi menjadi sekitar 20 sentimeter.

Sebagai lalu perlintasan, kini pemilik kios di tepi irigasi memasang jembatan bambu. Direncanakan, pembangunan ulang jembatan di atas irigasi akan dibangun setiap empat meter. “Setelah itu akan dikembalikan ke desa. Yang penting saya sudah bantu eskavator bersih-bersih,” jelas Yitno. (cr2/bah)

Bantul