RADAR JOGJA Salah satu destinasi wisata di Bantul, Rawa Kalibayem akan dipercantik. Direncanakan, biaya yang dianggarkan mencapai sekitar Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliyar. Pembiayaan tersebut berasa dari dana keistimewaan (danais).

Kepala Desa Ngestiharjo Fathoni Aribowo menjelaskan, di Rawa Kalibayem akan dibangun pusat kegiatan kepemudaan, kebudayaan, dan kesenian. Prosesnya, diperkirakan memerlukan waktu yang panjang. “Dimulai dengan penamaan sesuai dengan historisnya,” ujarnya Fathoni ditemui usai peresmian tahapan pembangunan Rawa Kalibayem Kamis (27/2).

Rawa Kalibayem dulunya adalah sumber mata air. Sumbernya dari Pesanggrahan Sonopakis dan Ambarbinangun. Kawasan tersebut pernah digunakan sebagai tempat uji coba kapal selam pertama Indonesia pada 1947-1948. Presiden pertama Soekarno pun pernah melakukan kunjungan ke Rawa Kalibayem. Hal tersebut dibuktikan dengan munculnya Rawa Kalibayem di Museum TNI Angkatan Laut (AL) Loka Jala Crana di Surabaya.

Dalam catatan sejarah, uji coba kapal selam diketahui Belanda. Sehingga, kapal tersebut disita, dan diangkut ke Semarang. Saat ini, keberadaan kapal tersebut tidak dapat dilacak.

Pada  Maret 2003, bagian selatan bendungan Rawa Kalibayem ambrol. Ketika ambrol, ditemukan peluru, geranat dan kapal. Hal ini membuktikan Rawa Kalibayem pernah menjadi pusat pelatihan perairan di Kasihan dan Kota Jogja.

Saat ini, kondisi Rawa Kalibayem dipenuhi eceng gondok. Warga telah bahu-membahu membersihkan, tapi belum maksimal. “Kami mencarikan investor melalui Bapedda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) DIJ. Grand desain kami membutuhkan Rp 5-10 miliyar. Nanti tergantung bentuknya yang mau direalisasikan,” papar Fathoni.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pengambangan Kapasitas Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul Antoni mendukung penuh upaya mempersolek Rawa Kalibayem. Lahan seluas lebih dari dua hektare itu, kata akan memperbanyak destinasi di Bantul. “Kami mendukung kegiatan masyarakat,” sebutnya.

Pengembangan wisata di Rawa Kalibayem, diakuinya memang sempat mangkrak. Kendati telah disetujui sekitar 2017-2018, namun baru sempat direalisasikan tahun ini. “Sempat mangkrak, karena pembangunannya masih belum jelas mau seperti apa. Baru awal kami perlihatkan kalau proyek ini benar-benar berjalan,” tegasnya.

Sedangkan Bupati Bantul Suharsono berharap Rawa Kalibayem dapat menjadi destinasi ramah anak. Selain itu, pendapatan ekonomi warga sekitar akan bertumbuh. “Sangat potensial untuk dikembangkan pariwisata,” tuturnya. (cr2/bah)

Bantul