RADAR JOGJA Sebagai upaya meningkatkan pendapatan industri pariwisata, Unsur-Unsur Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Bantul Periode 2020-2024 dibentuk. Pembentukan tersebut berdasarkan Perda Bantul 18/2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah 2015-2025.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan badan tersebut sifatnya kemitraan, dalam perencanaan promosi pariwisata. Selain perencanaan promosi, tugaslainnya yakni merumuskan kebijakan.

Badan Promosi Pariwisata akan segera membuat program yang realisasinya dapat dijalankan 2019 dan 2020. Selanjutnya, tugas pemerintah mensinergikan masukan dari Badan Promosi Pariwisata dan anggran yang dimiliki pemerintah daerah (pemda). “Karena asosiasi ini juga mendapatkan anggaran dari pemda. Kami lihat program kerjanya, terus men-support,” jelas Kwintarto ditemui sebelum kegiatan pengembangan jaringan kerjasama program pariwisata, di Rumah Dinas Bupati Bantul, Senin (25/2).

Adapun pemilihan anggota Badan Promosi Pariwisata merupakan hasil seleksi. Awalnya terdapat puluhan asosiasi yang ingin bergabung. Lalu dipilih yang institusinya sesuai. “Untuk perguruan tinggi kami sampaikan, punya kerjasama. Kegiatannya bukan pengambilan kebijakan, tapi perumus kebijakan dan promosi,” jelasnya.

Pada  2019, Bantul medapatkan pemasukan daerah sekitar Rp 31 miliar. Tahun ini Dispar menargetkan perolehan Rp 32 miliar.

Sedangkan Ketua Badan Promosi Pariwisata Hari Rachmadi ingin mengidentifikasi skala prioritas promosi. Sehingga untuk promosi tidak hanya sekedar janji.

Timnya akan melakukan optimalisasi destinasi yang telah terlebih dahulu melakukan branding. Atau mempromosikan daerah budaya yang sudah termasyur, tetapi kunjungan wisatanya kurang. “Contohnya Kotagede, sudah sangat terkenal, tapi kunjungan wisatanya rendah. Kita rumuskan itu sebagai penarik,” jelasnya.

Selain itu dari data, parangtritis memiliki kunjungan wisata tertinggi di DIJ. Tapi wisatawan hanya mampir sejenak. Kemudian wilayah lain di sekitarnya hanya menjadi daerah perlintasan. “Bagaimana memperpanjang masa tinggal, serta spending money lebih banyak,” terangnya. (cr2/bah)

Bantul