BaRADAR JOGJA Perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan pemerintahan. Sebab, pemerintahan yang baik harus transparan terhadap masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi, transparansi dapat diciptakan.

”Transparansi itu bisa ditempuh melalui ruang-ruang yang bisa diciptakan oleh instansi pemerintahan hingga ke tingkat desa. Yang menjadi ruang untuk menginformasikan program-programnya,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Helmi Jamharis saat menerima kunjungan Komisi Informasi Daerah (KID) DIJ di kantor Pemkab Bantul Rabu (15/1). Tampak hadir Kepala Dinas Kominfo Bantul Fenti Yusdayati.

Menurut Helmi, pemanfaatan teknologi juga dapat digunakan untuk promosi lokasi wisata. Teknologi akan membuat promosi  lebih maksimal. Misalnya, memanfaatkan website dan media sosial.

Dia memberi contoh pemanfaatan teknologi di Desa Bawuran. Desa itu berhasil mempromosikan destinasi wisata Puncak Sosok. ”Seperti Desa Srimulyo kemarin menjadi juara pertama regional. Hasil penilaian tim nasional tentang pemanfaatan IT (informasi dan teknologi),” lanjutnya.

Seluruh desa di Bantul telah memanfaatkan Sistem Informasi Desa (SID). Geliatnya di setiap desa berbeda. Terdapat beberapa faktor yang menghambat. Utamanya adalah sumber daya manusia (SDM).

Banyak pegawai di desa yang usianya tidak muda lagi. Mereka kurang melek terhadap perkembangan teknologi.

”Mengikuti 4.0 memang susah. Itu bagian dari kesulitan. Hambatan dari kita,” jelasnya.

Solusi atas hambatan tersebut, saat ini Pemkab Bantul sedang melakukan pelatihan. Selain itu, pemkab juga mengadakan kompetisi yang berbasis teknologi.

”Kami berharap banyak dengan pemuda desa untuk dapat membantu pemerintah desa,” tutupnya. (cr2/amd)

Bantul