RADAR JOGJA – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DIJ Amir Syarifuddin melakukan kunjungan ke Gereja Ganjuran di Bantul Rabu (15/1). Dalam kunjungannya itu, Amir meminta doa restu kepada Ketua Dewan Paroki Gereja Ganjuran Romo FX Krisno Handoyo terkait niatnya maju dalam kontestasi Pilkada Bantul 2020.

“Ya, ini kunjungan silaturahmi umat beragama. Sekaligus, meminta doa restu,” ungkap Amir di Gereja Ganjuran Rabu (15/1).

Amir digadang-gadang kader PKS untuk maju sebagai calon bupati Bantul. Dia didorong maju sebagai calon bupati periode 2020‐2024.

Amir menuturkan, kunjungannya tersebut bukan sebatas meminta doa restu. Politikus yang kini menjabat sebagai anggota Komisi A DPRD DIJ itu juga mengajak berdiskusi dengan pihak gereja. Terutama, bagaimana gereja berperan aktif dalam pengentasan kemiskinan dan menekan intolerensi di DIJ.

“Nah, ini yang juga menjadi fokus. Kita kasihan dengan Ngarso Dalem (Gubernur DIJ Hamengku Buwono X),” tuturnya.

Menurutnya, angka kemiskinan di DIJ masih tinggi. Angkanya sekitar 14,6 persen.

Pemerintah Provinsi DIJ berupaya menekan angka kemiskinan sekitar lima persen. Ditekan menjadi sekitar 9,5 persen.

Salah satu langkah penurunan angka kemiskinan tersebut melalui tempat ibadah yang tersebar di 78 kecamatan di DIJ. “Masing-masing agama itu seharusnya ada perwakilan satu per satu. Saya kira penting di situ,” ucapnya.

Dikatakan, ide-ide tersebut sudah dilaksanakan. Salah satunya di Masjid Jogokaryan Jogja.

Selain itu, juga diadakan pelatihan dengan melibatkan pendeta. Programnya antara lain menyediakan beras, pinjaman, dan sebagainya untuk membantu kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Sumber dananya melalui anggaran pendapatan dan belanja negara. “Kalau APBD saya kira bisa dilakukan,”  ujarnya.

Ketua Dewan Paroki Gereja Ganjuran Romo FX Krisno Handoyo menyambut hangat kedatangan Amir dan rombongan. Menurutnya, kemiskinan dan toleransi menjadi keprihatinan bersama. Harus diselesaikan bersama.

Pihaknya berupaya agar gereja dapat menjadi bagian memberikan solusi dari keprihatinan tersebut. “Karena gereja menjadi bagian dari masyarakat. Ikut terlibat dalam carut marut kebudayaan masyarakat supaya hidup bersama itu menjadi sejahtera,” tuturnya.

Adapun wujud kerukunan beragama yakni melalui perjumpaan lintas agama. Selain itu, melalui perhatian terhadap orang-orang miskin. ”Misalnya, dari hal kecil ronda tingkat RT (rukun tetangga). Dan mengajak jamaat memiliki sahabat lintas agama,” jelasnya. (mel/amd)

Bantul