Radar Jogja – Perseteruan antara Gereja Pantekosta Immanuel (GPdI) Sedayu dengan Bupati Bantul Suharsono berakhir damai. Gugatan yang sebelumnya diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) telah dicabut.

Sebagaimana diketahui, adapun permasalahan antar kedua belah pihak dikarenakan sengketa IMB rumah ibadah. GpdI Sedayu yang beralamat di  Padukuhan Bandut Lor RT 34, Argorejo, Sedayu itu juga sempat menuai protes warga, karena dinilai cacat izin.

Kemarin (8/1) bertempat di Kantor Bupati Bantul dilakukan mediasi antara pendeta GpdI Sedayu dengan Suharsono. Hasilnya, kedua belah pihak melakukan pendatanganan surat kesepakatan damai.

Pendeta GpdI Sedayu Tigor Yunus Sitorus menyampaikan, dasar dari pencabutan gugatan tersebut dilakukan adalah semata-mata untuk menjaga kondustivitas. Dia pun menyatakan masalahnya dengan Bupati Bantul Suharsono sudah selesai.

Sitorus menyampaikan, pencabutan gugatan juga karena pihaknya telah memiliki tanah baru untuk membangun gereja. Lokasi pembangunan gereja berada di Argorsari, Sedayu seluas 200 meter persegi.”Apabila gugatan terus dilanjutkan, kami khawatir umat kami justru dalam beribadah juga tidak tenang,” ujarnya.

Terkait dengan pembangunan gereja baru ini pihaknya sedang mengupayakan langkah sosialisasi kepada warga sekitar. Hal ini untuk mengantisipasi penolakan seperti yang terjadi pada gereja sebelumnya.

Bupati Bantul Suharsono mengatakan, akan memberikan izin bagi gereja baru, yang akan dibangun. Dia pun berjanji akan membantu setiap tahapan pembangunan, mulai dari sosialiasi hingga pelaksanaan pembangunan.

Menurut Suharsono, dengan adanya kesepakatan tersebut tentunya sudah tidak ada permasalahan lagi antara pemerintah daerah dengan Pendeta Sitorus. “Saya akan percepat izinnya dan gratis,” katanya.

Dengan sudah selesainya masalah sengketa ini, Suharsono berharap hubungan antarumat beragama bisa semakin harmonis. Dia pun ingin masyarakat Bumi Projotamansari bisa saling menjaga toleransi meskipun memiliki kepercayaan yang berbeda-beda.”Jadi mari kita saling menghormati, saling menghargai. Mari bergandengan tangan saling bergotong royong dan saling membantu,” ajaknya. (inu/din)

Bantul