RADAR JOGJA – Masyarakat perlu waspada terhadap penyakit leptospirosis. Penyakit yang dipicu virus dari kencing tikus ini diprediksi menjadi ancaman selama musim penghujan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja menyatakan, Leptospirosis merupakan penyakit yang ditularkan melalui air kotor dan masuk ke tubuh manusia melalui luka. Saat musim hujan ini diprediksi penyebaran virus leptospirosis akan meningkat.

Masyarakat dapat melaukan pencegahan. Langkahnya antara lain selalu mencuci tangan sebelum makan dan memakai pelindung tubuh ketika bekerja.

“Sebagaimana kita ketahui, lepto hanya bisa masuk melalui luka. Bahkan, sekecil apapun. Untuk itu, ketika bekerja diharuskan memakai pelindung tubuh,” ujarnya Senin (6/1).

Agus mengatakan, upaya pencegahan penyakit leptospirosis juga bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Ini karena tikus cenderung menyukai tempat kotor.

Dia menyampaikan, deteksi dini gejala leptospirosis wajib dilakukan. Ini agar penderita dapat segera ditangani sehingga tidak semakin parah dan mengakibatkan korban jiwa.

Dikatakan, gejala penderita leptospirosis antara lain demam secara mendadak. Selain itu, muncul rasa nyeri di bagian betis.

“Apabila gejala Leptospirosis sudah terlihat, harus segera dibawa ke puskesmas. Penangangan yang cepat justru lebih baik,” ungkapnya.

Temuan kasus penyakit leptospirosis di Bantul terbilang cukup banyak, Kepala Bidang P2P Dinkes Bantul Sri Wahyu Joko Santosa menyebutkan, pada 2019 ada temuan sebanyak 67 kasus. Satu orang, yang merupakan warga Kecamatan Pandak, dinyatakan meninggal dunia.

Jumlah kasus pada 2019 dinyatakan turun dibanding periode 2018, yang ditemukan 96 kasus. “Penderitanya kebanyakan petani, penambang pasir, pemancing, kemudian petani tebu, dan lain-lain. Rata-rata memang yang sering berada di air kotor,” ujarnya.

Terkait upaya pencegahan leptospirosis tahun ini, Joko menyampaikan, pihaknya sudah melalukan sosialisasi ke masyarakat melalui puskesmas serta kader kesehatan. “Kami pun menyatakan bahwa seluruh puskesmas maupun rumah sakit di Bantul siap untuk menangani penyakit leptospirosis ini. Yang terpenting, ketika ditemukan gejala harap segera diperiksakan,” ungkapnya. (inu/amd)

Bantul