RADAR JOGJA – Program Boga Sehat 2019 Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Bantul telah berakhir. Program tersebut akan dievaluasi karena dinilai kurang optimal.

Lurah Desa Wirokerten, Banguntapan, Rakhmawati Wijayaningrum mengatakan program tersebut memberikan asupan makanan bergizi kepada lansia dan disabilitas berat. Dia mengklaim telah tepat sasaran.

Namun pemberian bantuan dalam wujud makanan matang dinilai kurang optimal. Sebab tidak semua lansia mampu menghabiskan seluruh menu yang diberikan sesuai standar gizi.

“Kebanyakan malah diberikan kepada cucu-cucunya. Karena tidak semua lansia bisa melahap habis menu tersebut,” ungkap Rakhmawati (31/12).

Pemberian asupan dilakukan sejak Maret 2019. Makanan berdasarkan standar gizi yang ditetapkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul. Terdiri dari nasi, lauk, sayur, dan buah. Penyediaan makanan dilakukan desa melalui kader padukuhan.

“Nah, untuk ke depannya masih belum tahu program ini dilanjutkan atau tidak,” kata Rakhmawati.

Berdasarkan arahan pemkab, desa diimbau melakukan program tersebut secara mandiri. Menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Untuk mempersiapkan program mandiri, dia mengajak masyarakat agar peduli lansia dan disabilitas berat. Terlebih belum semua lansia terdaftar sebagai penerima manfaat.

“Kami ajak masyarakat saling membantu. Yang mampu membantu yang tidak mampu. Jika hanya mengandalkan APBDes, pasti tidak cukup,” kata Rakhmawati.

APBDes Wirokerten sekitar Rp 4 miliar. Terbagi untuk delapan padukuhan. Yakni Grojogan, Botokenceng, Sampangan, Tobratan, Kepuh Wetan, Kepuh Kulon, Kertopaten, dan Mutihan.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Dinsos P3A Bantul Tunik Wusri Arliani mengatakan kendala lapangan akan dievaluasi. Salah satunya pemberian bantuan langsung berwujud makanan matang kepada lansia maupun disabilitas yang kurang optimal.

‘’Banyak penerima manfaat yang justru meminta makanan dalam wujud mentah atau uang,” ungkap Tunik (31/12).

Program ini pada 2020 akan tetap dilaksanakan. Evaluasinya seperti apa? Belum dipastikan. Saat ini masih tahap verifikasi data di tingkat Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul.

Tunik menjelaskan, Program Boga Sehat 2019 menyasar 53 desa di 11 kecamatan. Bantuan senilai Rp 22.500 per hari untuk dua kali makan. Menyasar 900 lansia dan disabilitas berat.

“Kalau ada imbauan secara mandiri, karena belum mampu menjangkau 75 desa. Kemungkinan besar 2020 masih menyasar penerima manfaat yang sama,” katanya.  (mel/iwa/rg)

Bantul