RADAR JOGJA – Kerangka perempuan yang diduga korban pembunuhan ditemukan dalam septictank (tanki septik) sekitar pukul 17.30 Minggu (22/12). Septictank itu berada di kediaman Maluyo, warga Padukuhan Karangjati RT 07, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Kerangka tersebut diduga Ayu Selisa.

Ayu merupakan menantu Maluyo, 62. Ayu adalah istri dari salah seorang anaknya, yakni Edi Susanto.

Ayu diketahui menghilang sejak 2009. Diduga, Ayu dibunuh Edi. Saat itu, warga mengetahui mereka bercerai.

Sedangkan Edi, kini sudah meninggal dunia. Dia bunuh diri sekitar empat puluh hari lalu.

Kerangka mayat yang diduga Ayu itu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jogjakarta. Untuk diindentifikasi.

Kasatreskrim Polres Bantul AKP Rico Sanjaya mengatakan, kepolisian mendatangi rumah Maluyo karena ada laporan yang mengarah adanya suatu peristiwa di septictank tersebut. Tim gabungan memeriksa lokasi tersebut. Tim menemukan kerangka mayat.

“Saat ini kerangka mayat masih dilakukan identifikasi di RS (Rumah Sakit) Bhayangkara melalui kedokteran forensik. Kalau dugaanya, mengarah korban bernama Ayu,” tuturnya.

Ditemui di kediamannya, Maluyo sangat syok dengan temuan kerangka mayat tersebut. Menurut kerabatnya, pihak keluarga tidak mengetahui kenapa ada kerangka mayat di septictank tersebut.

“Bapak (Maluyo) masih syok dan capek setelah pulang dari Mapolda (DIJ),” ungkap warga yang mengaku kerabat Maluyo.

Ketua RT 07 Suparno mengaku diminta mendampingi kepolisian ke rumah Maluyo. Dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Setelah mendampingi petugas kepolosoan, Suparno mengaku melanjutkan kegiatannya. Nah, saat malam hari, dia kembali mendatangi rumah Maluyo. Ternyata, ditemukan mayat yang sudah dievakuasi oleh tim gabungan kepolisian dan relawan.

Dia tak menyangka ada kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian itu kemugkinan sudah lama. Sedangkan dia menjabat sebagai ketua RT baru sekitar setahun lalu.

Suparno menyebut, Ayu adalah istri Edi. Sedangkan berdasar keterangan warga, Edi meninggal dunia dengan cara bunuh diri. Warga tidak tahu penyebabnya.

“Desas desusnya, Edi dan Ayu sudah bercerai sejak 2009 lalu. Setahu saya, Ayu pulang ke rumah keluarganya,” ungkap Suparno di rumahnya Senin (23/12).

Pengurus Keamanan Kampung Karangjati RT 7 Sabar mengungkapkan, kerangka mayat ditemukan di dalam septictank, yang berjarak sekitar delapan meter dari rumah Maluyo. Septictank itu Berada tepat di bawah pohon bambu sudut belakang rumahnya.

Sabar mengatakan, penemuan kerangka mayat itu diketahui justru bukan dari wargasetempat. Tetapi, dari pihak kepolisian. Aparat penegak hukum masih menyimpan curiga atas hilangnya Ayu Selisa.

“Warga malah nggak ada yang tahu. Kaget juga,” katanya.

Dia mengatakan, rumah Maluyo saat ini ditinggali dua orang. Maluyo dan istrinya.

Kepolisian menduga kerangka mayat tersebut merupakan korban pembunuhan. Pihak yang diduga melakukan pembunuhan adalah Edi.

Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan. Termasuk memanggil beberapa sanksi. (mel/amd)

Bantul