RADAR JOGJA – Angka kecelakaan dan pelanggaran lalulintas kendaraan bermotor di Bantul pada 2019 ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono menyebut, selama 2019 ini sudah terjadi 2.080 kasus. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya 1.617 kasus. “Meningkat 463 kejadian atau 29 persen,” ujarnya di Mapolres Bantul, Rabu (20/12).

Untuk jumlah korban jiwa, tercatat 129 jiwa. Jumlah itu mengalami penurunan 4 jiwa dari tahun sebelumnya. Sedangkan luka ringan 2.473 jiwa. Adapun jumlah total kerugian terhitung Rp.747 juta.

Dikatakan Wachyu, meningkatnya kasus lakalantas ini antara lain akibat rendahnya kesadaran masyarakat tertib berlalu lintas serta kurangnya pemahaman dalam berkendara secara aman. Minimnya fasilitas, khususnya lampu penerangan jalan, serta kondisi geografis juga menjadi pemicunya. “Kami akui, personel di Polres Bantul belum bisa mencakup lokasi rawan kecelakaan yang tersebar di seluruh wilayah,” ungkapnya.

Pada kasus pelanggaran lalu lintas juga mengalami peningkatan. Jumlah tilang 2018 lalu 24.332 kasus. Atau naik 19 persen, atau menjadi 29.038 kasus.

Perwira menengah berpangkat dua melati ini menyampaikan pihaknya akan lebih menggiatkan sosialisasi serta memaksimalkan peran personel yang dimiliki. Dengan harapan, agar kasus kecelakaan maupun pelanggaran bisa ditekan.”Kami juga sangat berharap masyarakat meningkatkan kesadaran serta kepedulian dalam tertib berlalulintas.,” ungkapnya.

Kasatlantas Polres Bantul AKP Cerryn Nova Madhang mengatakan, kasus kecelakaan didominasi rentang usia 30-40 tahun. Profesinya kebanyakan pekerja swasta. (inu/din)

Bantul