Radar Jogja – Menjelang libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul memperketat pengamanan gereja. Agar umat nasrani tenang merayakan Natal.

Pengamanan dilakukan di 11 gereja. Di antaranya, Gereja Klodran, Ganjuran, Gunung Sempu, Imogiri, Madukismo, Pringgolayan, Ngoto, Patalan Pajangan, Sedayu, dan Bopkri.

Kepala Dishub Bantul Aris Suharyanta mengatakan pihaknya mengerahkan 129 personel pada malam Natal, 40 personel pada hari Natal, 129 personel pada malam tahun baru dan 39 personel pada tahun baru. Disebar ke 13 titik keramaian.

“Persiapannya sama seperti tahun lalu. Kami lakukan rekayasa lalu lintas dan menyiapkan lampu penerangan jalan umum (LPJU),” ungkap Aris (16/12).

Rekayasa lalu lintas akan dilakukan di jalur wisata rawan macet. Alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) akan distel menyala kuning di Jalan Parangtritis.

Yakni mulai Simpang Tembi, Manding, Bakulan, dan Barongan. Warga yang melintas menuju Parangtritis diimbau memanfaatkan jalur alternatif untuk menghindari kemacatan. Misalnya memanfaatkan jalur timur, Jalan Imogiri, arah Pundong, hingga Kretek.

“Untuk menghindari tumpukan kendaraan di sepanjang Jalan Parangtritis,” ujar Aris.

Sedangkan LPJU mati akan segera diganti. Pihaknya menerima pengaduan selama 24 jam jika ada penemuan LPJU mati.

“Kalau pengecekan angkutan (ramp check) tetap kami lakukan di tiga lokasi. Yakni Terminal Palbapang, Imogiri, dan Parangtritis,” kata Aris.

Angkutan yang telah disiapkan sebanyak 91 armada Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), 75 armada angkutan perbatasan, dan tiga armada angkutan cadangan.

Kabid Lalu Lintas Dishub Bantul Suyamta mengatakan untuk mengantisipasi juru parkir nakal, dishub akanĀ  melakukan pemantuan. Tarif parkir terbagi dua, parkir tepian jalan umum, dan parkir khusus area wisata.

Tarif parkir tepi jalan umum dan khusus harus sesuai Peraturan Bupati 78/2017. Tarif parkir untuk sepeda Rp 1.000, sepeda motor Rp 2.000, roda empat Rp 5.000, roda enam Rp 10.000,” katanya. (mel/iwa)

Bantul