RADAR JOGJA – Kondisinya tidak terlalu sehat. Jalannya tertatih-tatih. Bahkan, ketika duduk atau bangkit dari kursi harus dibantu beberapa orang. Pun ketika keluar atau masuk mobil. Itulah kondisi Novi Sarhati. Kondisi kesehatannya berubah setelah salah satu tulangnya dislokasi.

Kendati begitu, Anggota DPRD Bantul ini tetap beraktivitas saat hari libur. Dengan terjun ke lapangan menyapa konstituennya di wilayah perbukitan.

“Ada tanggung jawab yang harus dilakukan,” jelas Novi di sela menyerahkan bantuan air bersih di Dusun Ngelosari, Srimulyo, Piyungan, Minggu (8/12).

Dusun yang terletak di deretan Perbukitan Seribu ini sebenarnya tak begitu kekurangan air. Ada instalasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Masalahnya, air Pamsimas hanya digunakan untuk mandi dan mencuci. Warga jarang memanfaatkannya untuk air konsumsi. Lantaran kandungan mineralnya cukup tinggi. Saking tingginya, warga harus menunggu hingga 24 jam setelah air mendidih.

“Setelah itu air baru bisa dikonsumsi. Itu atas saran petugas puskesmas,” ucap anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Bantul ini.

Karena itu, Novi menyalurkan bantuan air bersih. Agar air sebanyak satu tangki itu bisa dimanfaatkan warga untuk kebutuhan konsumsi. Selain Dusun Ngelosari, istri R Setyono Wibowo ini menyalurkan bantuan air bersih ke Dusun Jasem, Srimulyo, Piyungan dan Dusun Tambalan, Srimartani, Piyungan.

“Kalau di Dusun Tambalan karena hujan belum berpengaruh ke sumber mata air,” kata perempuan yang tercatat sebagai anggota Bhayangkari Polda DIJ ini.

Dukuh Ngelosari Pardiono menyebut ada 280 kepala keluarga yang tinggal di wilayahnya. Mereka jarang memanfaatkan air Pamsimas untuk kebutuhan konsumsi. Jadi, bantuan air bersih bisa dimanfaatkan warga untuk kebutuhan minum dan memasak.

“Airnya ditaruh di bak penampungan umum. Biar warga bisa mengambil sendiri,” katanya. (zam)

Bantul