BANTUL – Hana hanya bisa memendam rasa kecewanya gagal berlibur ke Malaysia. Itu karena paspornya belum keluar. Padahal dia sudah memesan tiket pesawat.

Seharusnya senin (8/7) dia sudah terbang ke negeri jiran. Tapi karena belum mengantongi paspor, liburannya batal. “Memang mendadak karena kebetulan ada tiket promo, tapi tidak jadi berangkat. Paspornya belum jadi,” keluhnya Selasa (9/7).

Padahal Hana sudah mengurus sejak senin pekan lalu (1/7). Biasanya paspor akan selesai dalam waktu tiga hari. Tapi hingga hari keberangkatan paspor belum selesai. “Katanya sistemnya eror,” ujarnya kecewa.

Ya sejak awal bulan ini pelayanan proses pengajuan paspor mengalami kendala. Kini mencapai lima sampai tujuh hari kerja. Hal ini karena adanya upgrade sistem secara online untuk proses pengajuan penerbitan paspor. “Sistem memang bermasalah di seluruh Indonesia,” jelas Kepala Seksi Informasi dan Sarana Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I Jogjakarta Retno Dewi Banowati ketika dikonfirmasi.

Salah satu staff Unit Layanan Paspor Bantul Eva Fahmi Hidayati juga mengakui adanya upgrade sistem membuat calon penerbit paspor harus dibatasi. Saat hari biasa dengan sistem yang baik, ULP mampu melayani 40 calon penerbit paspor. Dengan waktu tunggu selama tiga hari sampai dengan paspor jadi.

Tapi saat ini, hanya dibatasi sampai dengan 25 pendaftar penerbit paspor. Dengan selesainya paspor bisa mencapai lima hari jam kerja. “Itu jika sistem tidak terjadi eror,” jelas Eva.

Saat dikonfirmasi, penerbitan hari ini adalah bagi penerbit paspor yang telah mendaftarkan minggu lalu. Sedangkan untuk pendaftar baru, bisa dilayani dan melakukan pendaftaran pada Jumat (12/7) mendatang.

Sementara itu, Nani Endang mengaku telah berada di ULP Bantul sejak pukul 08.30 untuk membuat paspor yang akan digunakan untuk berangkat ke Malaysia. Menurutnya, paspor yang dijanjikan akan selesai selama tiga hari kedepan jika tidak ada eror pada sistem.

Berbeda dengan Endang, Siti Fatimah mengaku tidak mengetahui akan adanya sistem yang sedang bermasalah. Meskipun hanya melakukan perpanjangan paspor, Fatimah berharap tidak adanya keterlambatan saat penerbitan berlangsung. “Saya tidak masalah jika terlambat, namun kalau ada orang yang sangat membutuhkan paspor, ini yang bisa menjadi kendala,” tutur Fatimah. (cr7/pra/er)

Bantul