BANTUL – Dampak musim kemarau kian meluas. Sebagian lahan pertanian di Kecamatan Dlingo kekurangan pasokan air. Dampaknya, mereka harus memanen tanaman lebih awal. Agar bisa dijadikan pakan sapi.

Menurut Camat Dlingo Deni Ngajis Hartono, menjadikan tanaman sebagai pakan hewan ternak kerap dilakukan para petani. Itu untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

”Daripada tanamannya terbuang sia-sia,” jelas Deni, sapaannya, saat ditemui di kompleks Parasamya Selasa (2/7).

Berdasar data kecamatan, ada 84 hektare lahan pertanian di Kecamatan Dlingo yang dipastikan gagal panen alias puso. Tersebar di beberapa desa. Menurut Deni, paling banyak di Desa Jatimulyo, Mangunan, Dlingo, dan Muntuk.

”Hampir semua desa kekeringan,” ucapnya.

Gagal panen, kata Deni, kerap dialami petani. Bahkan, petani menganggap kekeringan sebagai fenomena tahunan. Lantaran letak geografis Kecamatan Dlingo berada di perbukitan.

”Sehingga, kalau musim kemarau, ya, hanya bisa pasrah,” ujar Deni berkomitmen bakal berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Disperpautkan) Bantul untuk mencari solusi.

Kendati begitu, pejabat yang pernah berdinas di lingkungan Satpol PP Bantul ini memastikan, kebutuhan air minum aman. Jaringan pipa PDAM telah menjangkau seluruh wilayah Dlingo.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disperpautkan Bantul Pulung Haryadi membenarkan bahwa ada beberapa kecamatan yang terdampak musim kemarau. Di antaranya, Dlingo, Pajangan, dan Sedayu.

Dinas, Pulung mengklaim, telah mempersiapkan tiga langkah untuk menangani problem kekeringan di beberapa kecamatan itu. Pertama, menyarankan petani mengganti tanaman dengan palawija. Kedua, memompa air sungai terdekat ke lahan pertanian terdampak. Terakhir, memperbaiki saluran irigasi.

”Kompanisasi dan perbaikan irigasi biayanya memang lebih besar,” katanya.

Bagaimana jika tiga langkah itu tak berhasil? Pulung hanya meminta petani menghentikan masa tanam. Sembari menunggu musim hujan.

”Soalnya kalau sudah tidak air lagi kami juga tidak bisa apa-apa,” dalihnya. katanya. (cr5/zam/er)

Bantul