BANTUL – Lagi, seekor penyu ditemukan mati di Pantai Samas Rabu (19/6). Penyu hijau dengan panjang satu meter dan berdiameter 60 sentimeter itu diduga mati akibat terjerat jaring kapal nelayan berukuran besar.

”Dapat laporan (mengenai penemuan bangkai penyu, Red) dari rekan sekitar pagi hari. Katanya, semula ditengah, kemudian terus menepi hingga sampai di pantai,” kata Ketua Forum Konservasi Penyu Bantul (FKPB) Rujito di Pantai Samas Rabu.

Sebagian bangkai penyu nahas itu langsung dikubur usai diperiksa petugas Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jogjakarta. Beberapa bagian yang dicacah masih tercecer di kawasan pantai. Tak pelak menimbulkan bau tak sedap.

Dalam sepekan terakhir, Rujito menyebut, dua ekor penyu ditemukan mati di Pantai Samas. Yang pertama 12 Juni lalu. Dia menduga matinya kedua penyu tersebut akibat terjerat jaring kapal nelayan berukuran besar. Jaring itu membuat bagian tubuh penyu terluka, sehingga mati.

”Itu bukan kapal nelayan sekitar,” ucapnya.

Dugaan ini sekaligus menepis anggapan dua ekor penyu itu mati akibat memakan plastik. Rujito menegaskan, hingga sekarang belum ada penyu yang mati akibat sampah plastik di Pantai Samas. Kendati begitu, Rujito tetap mewanti-wanti agar berbagai pihak menekan pembuangan sampah ke laut.

”Khawatirnya, sampah nanti juga dapat membunuh penyu,” ujarnya.

Dikonformasi terpisah, Kepala BKSDA DIJ Junita Parjanti mengaku, hingga saat ini masih dilakukan penelitian. Itu untuk memastikan penyebab kematian kedua penyu tersebut.

”Dari hasil pembedahan petugas tidak ditemukan plastik dalam bangkai penyu,” katanya. (cr5/zam/zl)

Bantul