KULONPROGO – Pemkab Bantul tak mau ketinggalan mengambil keuntungan dari Yogyakarta International Airport (YIA). Itu ditandai dengan rencana pembentukan kawasan ekonomi khusus (KEK).

Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis mengatakan, lokasi yang digadang-gadang sebagai KEK adalah pesisir pantai selatan. Targetnya, KEK ini mampu mengangkat perekonomian masyarakat.

”Sekarang (KEK) masih dalam kajian. KEK juga mendukung pariwisata,” jelas Helmi di kompleks Parasamya pekan lalu.

Birokrat yang pernah menjabat sekretaris DPRD Bantul ini tak menampik YIA berdampak luas. Termasuk di antaranya bagi Kabupaten Bantul. Terutama, pesisir pantai selatan. Apalagi, sarana infrastruktur di kawasan di ujung selatan Bantul itu masih minim.

Helmi berharap keberadaan KEK mampu mengurangi ketimpangan wilayah di pesisir pantai selatan.

”Juga mengurangi ketimpangan pendapatan,” ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa strategi yang dirancang untuk mengurangi ketimpangan pendapatan warga di pesisir pantai selatan. Di antaranya, mendorong pemberdayaan masyarakat. Agar masyarakat ikut andil menyediakan berbagai komoditas yang dibutuhkan di YIA.

”Produk-produk yang dibutuhkan ini juga masih kami kaji,” lanjutnya.

Kendati begitu, Helmi menekankan, KEK membutuhkan space untuk industri dan permukiman. Berdasar kajian, kawasan industri terletak di Piyungan dan Sedayu. Sedangkan kawasan tempat tinggal berada di Sedayu.

”Jika ada investor yang ingin menanamkan modalnya untuk kegiatan perumahan, ya kami arahkan ke sana,” katanya.

Terpisah, Camat Sedayu Fauzan Mu’arifin mengaku Kecamatan Sedayu siap menghadapi YIA. Bahkan, Kecamatan Sedayu siap jika pemkab berencana menjadikan wilayah yang berbatasan dengan Sleman dan Kulonprogo itu sebagai bagian pengembangan KEK.

”Tinggal menunggu insvestor yang siap membangun KEK,” katanya. (cr6/zam/zl)

Bantul