BANTUL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul masih belum bisa memastikan penyerahan santunan kepada petugas KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) yang sakit dan meninggal. Sebab, penyelenggara pemilu itu belum memperoleh intruksi dari KPU pusat.

Komisioner Bidang Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat, KPU Bantul Musnif Istiqomah mengatakan, hingga sekarang lembaganya masih menunggu perihal besaran santunan dari KPU pusat. Dari itu, Musnif belum dapat memastikan kapan pemberian santunan.

”Posisinya menunggu,” jelas Musnif saat dihubungi, Minggu (29/4).

Kendati begitu, Musnif mengklaim, KPU sudah menyiapkan berbagai syarat administrasi yang diperlukan. Agar seluruh KPPS yang sakit maupun meninggal mendapatkan santunan.

”Agar santunan tepat sasaran,” ucapnya.

Selain KPU pusat, kata Musnif, KPU Bantul juga berkoordinasi dengan pemkab. Dalam koordinasi itu, pemkab bersedia ikut memberikan santunan.

”Nanti, bentuknya seperti apa akan diinformasikan lebih lanjut,” katanya.

Terpisah, Bupati Bantul Suharsono menegaskan, pemkab ikut bertanggung jawab dengan kesuksesan penyelenggaraan Pemilu 2019. Pemkab juga bersedia memberikan santunan. Hanya, pemberian santunan menunggu gelaran pemilu selesai.

”Kami juga masih berkoordinasi terkait kendala-kendala apa saja yang dialami KPU,” ujarnya.

”Kami tidak lepas tangan. Nanti apa pun yang perlu bantuan pasti kami bantu. Wong itu uang rakyat juga,” lanjutnya.

Seperti diberitakan, seorang petugas KPPS di TPS di Kecamatan Pandak meninggal dunia. Diduga petugas KPPS bernama Mujiono meninggal dunia akibat kelelahan. (cr5/zam/zl)

Bantul