BANTUL – Di tengah padatnya kegiatan kedinasan, Bupati Bantul Suharsono meluangkan waktu menyambangi warga RT 4 Pedukuhan Nyangkringan, Desa/Kecamatan Bantul, Kamis (25/4). Itu setelah orang nomor satu di Bumi Projotamansari tersebut mendengar warga setempat mengeluhkan perihal sarana infrastruktur.

”Beberapa jalan kampung sering banjir,” ucap Sri Martuti, seorang warga mengawali perbincangan.

Banjirnya jalan kampung itu, lanjut Sri, sudah terjadi cukup lama. Selain menggenangi beberapa jalan kampung, air hujan juga menggenangi beberapa toko warga. Dampaknya, aktivitas warga saat musim penghujan terganggu.

Dalam perbincangan santai antara bupati dan warganya itu juga muncul beberapa persoalan lain. Di antaranya, kepesertaan Program Keluarga Harapan (PKH). Ada beberapa warga miskin di Pedukuhan Nyangkringan yang belum terdaftar PKH.

Mendengar berbagai keluhan itu, Suharsono berkomitmen menyelesaikannya. Kendati begitu, Suharsono meminta warga juga intens menjalin komunikasi dengan pemerintah desa (pemdes). Agar pemdes bisa menindaklanjutinya.

”Pemdes bisa langsung audiensi di ruangan saya,” ujarnya.

Terkait program pembangunan, kata Suharsono, tidak sepenuhnya kewenangan pemkab. Sebagian ada yang menjadi kewenangan pemprov. Ada pula yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Perbaikan jalan rusak, contohnya. Pemkab turun tangan melakukan perbaikan jika statusnya jalan kabupaten.

”Tapi, kalau ada jalan provinsi maupun nasional yang rusak, kami juga aktif melaporkan kepada pihak yang berwenang,” ungkapnya.

Dalam obrolan dengan suguhan tempe garit dan teh panas itu, pensiunan perwira menengah Polri ini juga mengajak warga aktif. Terutama dalam pembangunan dan pengembangan potensi di wilayahnya masing-masing. Sebab, pemdes telah dibekali dana desa yang cukup besar. Belum lagi bantuan keuangan khusus yang digelontorkan pemkab kepada pemdes. (cr6/zam/by)

Bantul