BANTUL – Setelah berbulan-bulan terpasang di berbagai titik strategis di Bantul, foto para Paslon dan Caleg dalam alat peraga kampanye (APK) akan berakhir di lahan pertanian serta perikanan. Banyak permintaan yang sudah masuk ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul. “Banyak sekali permintaan dari masyarakat, untuk memanfaatkan kembali APK hasil penertiban yg masih layak,” kata Kepala DLH Bantul Ari Budi Nugroho Rabu (17/4).

Permintaan berasal dari petani maupun peternak ikan. Menurut dia, banyak masyarakat yang berprofesi di bidang pertanian meminta agar limbah dari atribut kampanye untuk bisa dibawa pulang. “Karena bisa dipakai sebagai pembatas tanaman agar tidak dimakan ayam,” ujarnya.

Selain itu, limbah pascapesta demokrasi yang ada di wilayah Bantul, juga diminati di sektor perikanan dan peternakan. Ari menuturkan untuk sektor perikanan banyak masyarakat yang memanfaatkan sebagai dinding kolam terpal, sedangkan untuk peternakan sebagai dinding kandang.

“Untuk sektor perikanan, biasanya APK yang ukuran besar. Diminta untuk kolam pengganti terpal atau dinding kandan agar hewan tidak dingin,” jelasnya.
Ari memyambut baik permintaan dari masyarakat.Mengingat hal itu juga turut mengurangi jumlah sampah yang dibuang langsung ke TPST Piyungan. “Jadi, banyak limbah dari penertiban APK yang dimanfaatkan kembali tak hanya dibuang begitu saja,” ujarnya.

Anggota Bawaslu Bantul Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Supardi mengatakan pada penertiban tingkat kabupaten yang selama dua hari kemarin terhitung ada 1.165 APK yang ditertibkan. APK yang paling banyak adalah pada jenis rontek. Disusul dengan alat peraga lain, berupa bendera.

Jumlah APK yang ditertibkan masih dapat terus bertambah. Mengingat pihaknya juga masih menunggu laporan penindakan atribut kampanye yang ditertibkan oleh petugas di tiap kecamatan. “Untuk saat ini, kami juga masih menunggu kiriman data dari kecamatan,” katanya kemarin. (cr5/pra/mg4)

Bantul