BANTUL – Pemkab melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul terus berupaya mengangkat potensi wisata. Baik alam maupun kuliner. Kali ini melalui Festival Makanan Khas Bantul. Festival yang digelar di Pantai Parangkusumo Minggu (7/4) itu mengangkat mides (mi pedes) dan ingkung.

Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyebut masih banyak potensi kuliner khas yang belum terangkat. Dari itu, Kwin, sapaannya berkomitmen dispar memberikan porsi lebih terhadap promosi kuliner.

”Kuliner akan selalu kita angkat. Pada 2018 ada sate klatak. Sekarang lomba memasak ingkung dan mides,” jelas Kwin di sela festival.

Menurutnya, festival kemarin merupakan satu rangkaian dengan lomba memasak mi lethek di Pyramid Sabtu (6/4) malam.

”Semuanya khas Bantul. Mides khas Pundong, ingkung khas Pajangan, dan mi lethek khas Srandakan,” ucapnya.

Jika dikemas dengan menarik, bekas camat Sewon ini optimistis seluruh potensi Bumi Projotamansari tidak hanya dilirik wisatawan lokal. Melainkan juga mancanegara. Sebab, Kabupaten Bantul memiliki potensi yang komplet. Mulai alam, kuliner, hingga kebudayaan.

Kepala Bidang Pemasaran, Dispar Bantul Bantul Ni Nyoman Yudiriani mengungkapkan hal senada. Menurutnya, festival makanan khas sebagai salah satu strategi pemasaran.

”Kalau produknya berkembang dan permintaan naik otomatis berpengaruh pada perekonomian,” tuturnya.

Ada 30 peserta yang mengikuti festival mides. Sedangkan ingkung diikuti 13 orang. (cr6/zam/er)

Bantul