BANTUL – Petani bawang merah mengalami periode buruk. Itu menyusul anjloknya harga bawang merah di pasaran. Harga jual salah satu bumbu dapur kualitas super ke tengkulak hanya dibanderol Rp 8.000 per kilogram (kg). Sedangkan kualitas di bawahnya di kisaran Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per kg. Padahal, para petani pada musim tanam (MT) kali ini menggunakan benih lain. Yakni, varietas Thailand.

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bantul Suroto tidak mengetahui penyebab anjloknya harga ini. Yang pasti, kondisi ini merugikan para petani. Sebab, biaya produksi yang dikeluarkan tidak sedikit. Satu petani bisa mengeluarkan Rp 95 juta.

”Biaya paling banyak untuk pembelian benih dan upah tenaga kerja,” jelas Suroto saat ditemui di rumahnya Senin (3/9).

Guna meminimalisasi kerugian, Suroto menyebut ada strategi lain. Petani bakal mengoptimalkan hasil produksi. Satu hektare dipatok menghasilkan 15 ton.

”Total luasan bawang merah se-Bantul 800 hingga 1.000 hektare,” sebutnya.
Dibanding Maret-April lalu, harga jual MT kali ini memang merosot. Saat itu harga jual bawang merah masih menyentuh angka Rp 15.000 per kg. Kendati begitu, Suroto menyebut, hasil panen pada MT Maret-April lalu minim. Per hektare hanya menghasilkan 8 hingga 10 ton.

”Saat itu petani menggunakan benih lokal,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Dispertautkan) Bantul Pulung Hariyadi menilai, harga jual bawang merah merugikan petani. Sebab, biaya produksi tak berbanding lurus dengan hasil penjualan. Karena itu, kata Pulung, dinas berencana membuka pasar lelang.

”Kami juga sedang membuat inovasi baru. Agar bawang merah bisa disimpan lebih lama,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi berpendapat anjloknya harga akibat panen raya. Banyaknya stok di pasaran memicu penurunan harga.

”Yang penting stok aman, distribusi lancar, dan harga terjangkau,” jelasnya.
Dari pantauan, harga bawang merah di Pasar Bantul mencapai Rp 20 ribu per kg. Sedangkan pedagang mengambil bawang merah di tengkulak seharga Rp 14 ribu.

”Bawang merah masih normal. Yang mengalami kenaikan harga seminggu ini bawang putih,” ungkap Ngadino, seorang pedagang di Pasar Bantul. (ega/zam/fn)

Bantul