Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merti Dusun Lestarikan Budaya Adiluhung

E
BERI DUKUNGAN: Anggota DPRD DIY Joko Purnomo mengapresiasi terselenggaranya merti dusun di Desa Wisata Krebet. Tradisi ini dapat dijadikan wahana wisata budaya yang adiluhung. (KUSNO S. UTOMO/RADAR JOGJA)
BERI DUKUNGAN: Anggota DPRD DIY Joko Purnomo mengapresiasi terselenggaranya merti dusun di Desa Wisata Krebet. Tradisi ini dapat dijadikan wahana wisata budaya yang adiluhung. (KUSNO S. UTOMO/RADAR JOGJA)
Desa Wisata Krebet, Sendangsari, Pajangan, Bantul baru saja menggelar merti dusun. Kegiatan berlangsung selama seminggu penuh mulai 29 Juli hingga 4 Agustus 2018. Kegiatan yang didanai dari swadaya warga dan didukung Dinas Pariwisata DIY berisikan berbagai atraksi budaya.
Dimulai dari mural art, pementasan ketoprak dengan lakon dengan lakon Bathok Bolu Isi Madu dan karawitan. Lalu salawatan, lomba hadroh, pengajian, gelar tari hingga nonton film bareng. Puncaknya digelar Kenduri Merti Dusun plus pentas wayang.

Photo
Photo
Joko Purnomo.
(KUSNO S. UTOMO/RADAR JOGJA)

Warga antusias dan bahu-membahu mengikuti kegiatan ini. Mulai dari anak muda, orang tua hingga pejabat sekalipun berbaur menjadi satu mengikuti kegiatan ini. Pementasan ketoprak mejadi salah satu contohnya. Selain seniman dan warga setempat, anggota DPRD DIY Joko Purnomo juga ikut tampil menjadi pemain ketoprak.

Guyub warga ini makin terlihat pada puncak acara merti dusun. Selain kenduri dan pentas wayang juga digelar kirab gunungan pada Sabtu (4/8) siang. Gunungan berisi berbagai macam hasil tani seperti palawija, sayuran dan buah-buahan. Juga berbagai hasil bumi lainnya. Kirab gunungan ini diiringi kirab bregada. Yakni Bregada Jati, Bregada Aryo Pringgo dan Bregada Priggading Guwosari. Bregada-bregada ini menggunakan pakaian khas masing-masing. Mereka berjalan mengelilingi Dusun Krebet.

Usai kirab gunungan dilanjutkan kenduri di Pendapa Sapto Sarosan. Gunungan beserta nasi kenduri yang dikumpulkan dan didoakan tokoh adat setempat. Kemudian gunungan berisi hasil bumi dibawa ke lapangan. Warga yang menunggu bersiap gunungan.

Tokoh masyarakat Pajangan yang juga anggota DPRD DIY Joko Purnomo memberikan apresiasi kepada seluruh warga Krebet atas terselengaranya merti dusun tersebut. “Kegiatan ini bisa dijadikan sebagai wahana wisata budaya yang adiluhung,” katanya.

Peran pemerintah sebagai salah satu fasilitator harus terus ditingkatkan. Masyarakat dengan semua pemangku kepentingan bahu membahu dengan segala daya upaya dan biaya dicurahkan demi suksesnya acara ini. “Sekali lagi apresiassi dan selamat kepada semua warga Krebet Sendangsari. Semoga Tuhan memberikan yang terbaik bagi kita semua,” harap ketua DPRD Bantul periode 2004-2009 ini.

Dia juga mengatakan, masyarakat Krebet akan terus mengadakan kegiatan atraksi budaya dan wisata tersebut. Selain nguri-uri budaya, acara itu juga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Apalagi Krebet telah dikenal dengan kerajinan batik kayunya. “Semua potensi dapat disinergikan,” ajak Joko. (kus/mg1)

Advertisement
Advertisement
Editor : Editor News
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Warga Sidomulyo Rawat Budaya lewat Kebersamaan, GKR Bendara: Kebudayan Jawa Tak Sebatas Pakaian Adat

Warga Sidomulyo Rawat Budaya lewat Kebersamaan, GKR Bendara: Kebudayan Jawa Tak Sebatas Pakaian Adat

Warga Kalurahan Sidomulyo, Bantul merawat kebudayaan melalui semangat gotong royong dan kebersamaan. Hal itu terlihat dalam perayaan Hari Jadi ke-80 Kalurahan Sidomulyo yang melibatkan hampir 1.500 warga dari 15 ...

Mengenal 5 Tradisi Unik Indonesia yang Penuh Filosofis dan Makna

Mengenal 5 Tradisi Unik Indonesia yang Penuh Filosofis dan Makna

Indonesia bukan cuma punya alam indah, makanan khas, dan beragam bahasa daerah. Di balik itu semua, ada ratusan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi dan masih dilakukan hingga sekarang. Menariknya, beberap

Bukan Sekadar Musik, Anak Muda Timor Bawa Budaya Lokal ke Generasi Baru

Bukan Sekadar Musik, Anak Muda Timor Bawa Budaya Lokal ke Generasi Baru

Budaya daerah tidak harus selalu diperkenalkan melalui panggung kesenian atau acara adat. Perkembangan industri kreatif membuka cara baru bagi generasi muda untuk memperkenalkan identitas daerahnya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer