RADARJOGJA.CO.ID – Kanit Satpras Dikyasa Ditlantas Polda DIJ AKP Slamet Subiyantoro mengatakan sosialisasi lalu lintas di Kabupaten Bantul ini bagian dari upaya preventif yang dilakukan kepolisian. Sebab, data menunjukkan bahwa Kabupaten Bantul menempati urutan kedua wilayah yang menjadi tempat terjadinya kecelakaan lalu lintas di wilayah Jogjakarta. Urutan pertama terjadi di Kabupaten Sleman. Disusul Kabupaten Gunungkidu, Kulonprogo, dan terakhir di Kota Jogja.

Dari data yang dikumpulkan Ditlantas Polda DIJ dari Januari hingga Juni 2017 tercatat peristiwa kecelakaan di wilayah hukum Polda DIJ mencapai 1.775 kasus. Dari jumlah tersebut, korban meninggal dunia sebanyak 220 orang, korban luka berat 10 orang, dan luka ringan sebanyak 2.301 orang. “Kerugian materiil akibat kecelakaan mencapai Rp 1,1 miliar,” kata Slamet saat sosialisasi di MAN 2 Bantul, Jumat (25/8).

Karena itu, untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Slamet mengimbau kepada para pelajar MAN 2 Bantul yang belum memunyai SIM agar tidak mengemudikan sepeda motor sendiri. Ketika berangkat dan pulang sekolah hendaknya menggunakan angkutan umum atau minta diantar oleh keluarga.

“Jalan Parangtritis ini termasuk jalau rawan kecelakaan. Kalau belum waktunya mengemudikan sepeda motor ya jangan bawa motor sendiri ketika sekolah,” pinta Slamet.

Setelah penyampaian materi sosialisasi para pemateri memberikan memberikan sesi tanya jawab. Bagi siswa yang bertanya dan dapat menjawa pertanyaan dari nara sumber mendapatkan door prize. (mar)

Aman di Jalan