RADARJOGJA.CO.ID – Penebangan pepohonan perindang di sepanjang Jalan Jendral Sudirman disoroti warga. Mereka me-nilai penebangan sekitar 430 pepoho-nan perindang guna penataan wajah salah satu jalan protokol tersebut bakal menghilangkan fungsi paru-paru kota. “Karena sudah jarang pusat kota yang dipenuhi dengan pepohonan perindang seperti Bantul kota,” jelas M. Afif, seorang pengguna jalan Jl Jendral Sudirman, kemarin (4/8).

Afif tak menampik penebangan ini bertujuan untuk penataan wajah kota. Namun, pria yang berprofesi sebagai buruh ini mengusulkan pemkab mem-pertimbangkan penanaman pepoho-nan pengganti sepadan. Baik fungsi maupun jumlahnya. “Jangan hanya pohon penghias kota,” kritiknya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Indriyanto mengakui penebangan ini menurunkan jumlah ruang terbuka hijau (RTH) di Bumi Projo Tamansari. Dalam catatannya, RTH di seluruh Kabupaten Bantul baru mencapai 5 persen. Padahal, mengacu Perda No. 4/2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, jumlah RTH mi-nimal sebanyak 30 persen.

“Rinciannya 20 persen RTH publik, 10 persen RTH privat,” sebutnya.

Namun demikian, menurut Indri, sapaannya, penebangan ini tak dapat dihindari. Sebab, penataan wajah kota merupakan kebijakan bersama. Lagipula, keberadaan ratusan pepo-honan Angsana ini merusak aspal. Tidak sedikit titik ruas jalan yang ber-gelombang akibat akar muncul ke permukaan jalan.

“Nanti juga akan ditanami dengan pepohonan baru,” tambahnya.

Kasi Pengelolaan Jaringan Irigasi Bidang Sumber Daya Air Dinas Pe-kerjaan Umum Perumahan dan Ka-wasan Permukiman (DPUPKP) Ban-tul Yitno mengungkapkan, proyek penataan wajah sudah melalui se-rangkaian tahapan. Termasuk sosia-lisasi kepada warga.

“Semua sudah kami pertimbang-kan. Termasuk aspek lingkungannya,” katanya. (zam/din/ong)

Bantul